Mohon tunggu...
David Abdullah
David Abdullah Mohon Tunggu... Football Enthusiast

We are surrounded by lies and fiction.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Gelar Habib dan Fanatisme

25 Mei 2020   15:37 Diperbarui: 26 Mei 2020   22:18 2318 13 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gelar Habib dan Fanatisme
Habib Zein bin Umar bin Smith menunjukkan foto para sayyid di ruangan kerja Rabithah Alawiyah, Jakarta | Tirto.id

Gelar Habib di Indonesia tak henti-hentinya menjadi sorotan. Tidak sedikit peristiwa kontroversial yang menyeret beberapa nama yang erat kaitannya dengan sebutan Habib--garis keturunan Nabi.

Semakin banyak yang mengaku Habib, namun dari aspek perilaku sama sekali tidak mencerminkan sifat Habib layakanya seorang yang memiliki garis keturunan Rasullah dengan sifat dan akhlak yang mulianya.

Sebagai contoh, sosok Habib yang ditahbiskan menjadi Imam Besar oleh pengikutnya namun lebih gemar memprovokasi dan menebarkan kebencian. Sosoknya hingga kini masih hijrah di Mekkah, meskipun kembalinya telah dirindukan aparat.

Lalu disusul dengan seorang Habib yang terjerat kasus penganiayaan terhadap anak yang kembali mendekam di penjara setelah asimilasinya dicabut pemerintah. Ada pula yang mengaku Habib dan menyaru sebagai tabib sekaligus pendakwah yang melakukan aktivitas tidak patut pada pasiennya. 

Dan baru-baru ini, terjadinya friksi dalam penertiban PSBB dipicu oleh seorang Habib yang menolak untuk ditertibkan lalu terlibat perselisihan hingga berujung pada aksi dorong-mendorong dengan aparat.

Gelar kehormatan itu seolah menjadi sarana meraih pengikut, materi maupun kekuasaan. Dan tak jarang pula disalahgunakan untuk tujuan politik tertentu bagi segelintir orang yang tidak memenuhi syarat keteladanan dan keilmuan yang mumpuni untuk menjadi role model bagi umat Islam.

Beberapa perilaku kontroversial di atas tentu tidak mencitrakan keseluruhan habaib di negeri ini. Sebut saja Habib Ali Kwitang, Habib Ali bin Husain Al-Attas, dan Habib Salim bin Ahmad bin Jindan yang memang benar-benar Habib dalam arti sebenarnya.

Ulama tiga serangakai itu berdakwah menyebarkan Islam dengan kasih sayang dan kelembutan, mereka membaur dan berjuang bersama rakyat Indonesia dalam menyebarkan Islam dan melawan penjajah.

Ada pula Quraish Shihab, seorang Habib yang selalu menolak jika dipanggil Habib. Beliau menjadi ulama Indonesia pertama yang memiliki spesialis kajian tafsir Quran. Keluhuran ilmunya membawanya menjadi rektor, menteri, dan ahli tafsir Quran (Tafsir Al-Misbah). Sosok cendikiawan rendah hati itu pun turut mendirikan Pusat Studi Al-Quran di Indonesia.

Kemudian Habib Luthfi bin Yahya, ulama yang selalu mengangkat isu nasionalisme dan persatuan dalam ceramahnya itu tercatat sudah mendirikan banyak sekolah dan masjid di Indonesia. Selain aktif sebagai salah satu anggota Syuriyah PBNU, belum lama ini beliau juga dilantik menjadi Wantimpres oleh Presiden RI.

Selain itu masih banyak lagi kalangan Habaib yang bisa menjadi suri tauladan yang baik untuk umat, taruhlah mendiang Habib Munzir pimpinan Majelis Rasulullah dan Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf yang menjadi idola dan panutan para Syekhermania.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN