Mohon tunggu...
Syafa Kirana
Syafa Kirana Mohon Tunggu... Human Resources - Psychologist Candidate | Long-life Learner

Full time learner. Enjoy to talk about people development, career preparation, business development, recruitment and all about psychological field.

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Sebuah Tips dan Wejangan: Career Preparation yang Sering Dilupakan Jobseeker

25 November 2022   23:26 Diperbarui: 26 November 2022   05:48 559
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi interview (Sumber: Freepik)

Artikel ini bukan dibuat untuk memberi tips bagaimana cara cepat jobseeker agar mendapat pekerjaan, bukan juga berisi tips membuat CV yang baik, atau  spoiler pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul ketika wawancara kerja dan cara menjawabnya, bukan. Artikel ini dibuat dengan harapan untuk membantu para jobseeker agar tidak clueless dan keluar dari hal-hal menjebak yang bersifat teknis. 

Saya memakai terminologi teknis sebab anak-anak sekarang seringkali kehilangan focus dalam persiapan karir. Mereka lebih banyak introspeksi terhadap format CV atau terpaku pada pembuatan cover letter yang baik dan yang paling umum terjadi adalah mencari tahu seputar pertanyaan yang sering ditanyakan ketika interview. 

Kalau diperhatikan, rata-rata event persiapan karir berputar pada topik-topik teknis yang kemudian memburamkan esensi persiapan karir itu sendiri yang sebenarnya bersifat personal.

Kenyataan di lapangan berbicara bahwa jobseeker ketika memperkenalkan dirinya sudah sangat terlihat manipulatif. Ketika digali kembali satu sifat yang diucapkannya dengan sangat lihai tadi, nyatanya jauh sekali dari kata sesuai. 

Dari sini saya rasa, keberhasilan orang dalam menaklukkan proses seleksi bukan hanya dari CV yang user-friendly, bukan juga dari seberapa banyak pertanyaan seputar wawancara yang sudah pernah dijelajahi.

Lebih dari itu, proses seleksi sendiri adalah proses perkawinan antara diri kandidat dan juga perusahaan. Sehingga, yang perlu dipersiapkan adalah diri masing-masing secara kompetensi, potensi dan ekspektasi. 

Untuk itu, di sini saya coba menjabarkan persiapan karir dari sudut pandang lain yang sifatnya lebih reflektif khususnya buat para freshgraduate dan atau yang belum pernah mencicipi dunia kerja.

Bagi para rekruter, mendapat kandidat yang lancar dalam menjawab setiap lontaran pertanyaan merupakan angin segar, yang artinya ia paling tidak merupakan sosok yang well-prepared, sehingga rekruter setidaknya cukup puas karena CV yang diloloskan tidak zonk. Namun sebenarnya, kandidat yang apa adanya dalam menampilkan dirinya ketika proses seleksi, dalam hal ini adalah wawancara adalah kebahagiaan para rekruter. 

Sebab paling tidak kandidat tersebut tidak bersembunyi dibalik tips wawancara kerja instan dan berbelit yang ujung-ujungnya tidak diloloskan sebab semua yang dikatakannya hanya fiktif dan tidak bisa dibuktikan secara behavioral. Yang paling kerap di manipulasi adalah pertanyaan tentang kekurangan diri.

Kandidat seringkali bersembunyi di balik keterbatasan dalam menggunakan bahasa asing, terutama untuk job role yang jauh keterkaitannya dengan daily activity menggunakan bahasa asing. Padahal nggak ada salahnya bercerita tentang diri sendiri secara utuh, karena jika kandidat tidak jujur dan terbuka dari awal, yang susah bukan hanya perusahaan, tapi juga dia sendiri akan sangat mungkin bermasalah saat beradaptasi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun