Mohon tunggu...
Mas
Mas Mohon Tunggu... Freelancer - yesterday afternoon a writer, working for my country, a writer, a reader, all views of my writing are personal
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

There is so much weariness and disappointment in travel that people have to open up – in railway trains, over a fire, on the decks of steamers, and in the palm courts of hotels on a rainy day. They have to pass the time somehow, and they can pass it only with themselves. Like the characters in Chekhov they have no reserves – you learn the most intimate secrets. You get an impression of a world peopled by eccentrics, of odd professions, almost incredible stupidities, and, to balance them, amazing endurances— Graham Greene, The Lawless Roads (1939)

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Inilah Cara Menerima dan Belajar dari Kritik

5 Januari 2022   06:00 Diperbarui: 5 Januari 2022   07:55 252
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sejak saya bergabung di Kompasiana, 8 Desember 2015. Kemudian, saya lupa password yang mengakibatkan enam tahun saya absen di Kompasiana. Tanggal 19 Desember 2020, saya kembali membuat akun baru disini dan seminggu lalu, 22 Desember 2020, hari yang sangat membahagiakan, password akun lama diketemukan. Saya pun menulis Bertemunya Kunci Rumah Dua Akun Kompasiana Terlampaui. Sebuah tanggung jawab dan tantangan bagi saya adalah memelihara dua akun Kompasiana. 

9 Jam lalu, sesuatu yang menarik  bagi saya adalah saat mengunggah tulisan soal isu politik berjudul Dihitung Dari Sekarang, Inikah Situasi Politik 2022? Saya mendapatkan notifikasi dari admin Kompasiana:

"Konten yang berjudul "Dihitung Dari Sekarang, Inikah Situasi Politik 2022?" akan ditinjau ulang sebelum ditayangkan untuk sekedar memastikan tidak menimbulkan dampak yang kurang baik bagi interaksi di Kompasiana. Kami akan memberikan notifikasi apabila konten tersebut layak atau tidak untuk tayang. Terima kasih."

Terhenyak nafas tak teratur. Ada apa dengan tulisan saya? Adakah Kompasianer yang lain juga pernah mengalaminya?

Sejak Maghrib hingga Isya, tulisan itu dirangkai dengan fakta dan data sesuai kebiasaan saya dalam menulis. Seperti yang pernah saya ungkap dala artikel Bertemunya Kunci Rumah Dua Akun Kompasiana Terlampaui:

Sahabat Kompasianer, rumah saya yang sebagian besar merupakan kepedulian, perhatian, dan minat kepada isu-isu keamanan dan politik nasional di masanya. Beberapa masukan mengingatkan batasan untuk tetap menjaga agar kampung tidak menjadi gaduh. Namun, karena saya penyuka kerupuk tentunya tidak dalam kegaduhan atau kerenyahan, melainkan berangkat dari fakta-fakta informasi yang berimbang dimana  melihat adanya pertarungan strategi yang pada level taktis telah mewujud dalam bentuk konflik terbuka. Dengan pemahaman-pemahaman yang lebih utuh, dengan landasan dalam menyikapi suatu konflik. Dengan demikian, respon suatu peristiwa sungguh-sungguh memiliki landasan yang kuat.

Sambil menunggu kabar admin Kompasiana. Saya menulis tentang cara menerima dan belajar dari kritik ini di akun ini. 

8 Jam lalu, saya pun menerima notifikasi: 

"Konten Anda yang berjudul "Dihitung Dari Sekarang, Inikah Situasi Politik 2022?" Telah melalui peninjauan dan berhasil ditayangkan. Terima kasih telah menunggu" 

Akhirnya, artikel saya tersebut telah tayang. Lalu, bagaimana nasib tulisan yang terlanjur diketik dan tersimpan dalam draft? Saya pun memutuskan untuk mengunggahnya di akun ini.

Sepanjang waktu saya telah belajar dan berpikir bahwa kebanyakan orang bisa setuju bahwa dikritik jarang menyenangkan. Apakah komentar itu datang dari rekan Anda atau bahkan orang diluar Anda, mereka dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Trik untuk mengubah kritik menjadi sesuatu yang berguna adalah dengan menemukan inti kebenaran yang tertanam dalam pesan, dan kemudian menggunakannya untuk meningkatkan kinerja Anda dan tumbuh dari pengalaman.

Tidak peduli apa niat orang yang menyampaikan berita (baik, buruk atau acuh tak acuh), mungkin masih ada sesuatu dalam pesan yang berguna setelah Anda menjauhkan diri dari respons emosional awal Anda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun