Mohon tunggu...
Khusnul Zaini
Khusnul Zaini Mohon Tunggu... Libero Zona Mista

Menulis Semata Mencerahkan dan Melawan ....!!!

Selanjutnya

Tutup

Politik

Dampak Pandemi Covid-19: Revitalisasi atau Membangun Peradaban Baru?

27 Februari 2021   02:31 Diperbarui: 15 Maret 2021   18:37 563 5 0 Mohon Tunggu...

Kasus pandemic Covid-19 telah memporak porandakan tatanan dunia. Seluruh pemerintahan dan warga dunia sedang menghadapi masalah sama, menyelamatkan warga dan diri masing-masing dengan upaya memutus sebaran Covid-19, hingga menemukan vaksin penawarnya.

Kebanggaan status sosial dengan prilaku kehidupan modern, hingga dipertegas dengan kasta-kasta secara individu maupun kelompok, seakan menjadi tiada arti lagi. Saat ini, semua proses penghidupan manusia dimanapun berada menjadi serba tidak menentu.

Dr Daszak yang adalah Presiden Eco Health Alliance, salah satu anggota tim peneliti yang dikirim Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengungkap asal usul Covid-19 di Wuhan, China, mengaku menemukan data yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Tim peneliti WHO ini, bahkan menyatakan optimistis akan segera menemukan petunjuk penting yang bisa menjelaskan mengenai asal usul Covid-19.

"Apa yang harus dilakukan, dan bagaimana cara merespon fenomena social-ekonomi-politik-budaya yang sedang berimbas terhadap peradaban manusia secara global saat ini?"

Relevan untuk dikritisi, karena ciri peradaban mensyaratkan adanya wilayah/ruang, berlakunya system pemerintahan dengan aturan hukumnya, hingga penguasaan ilmu pengetahuan dan tehnologi, berikut keberadaan masyarakat dengan strata sosialnya, dengan berbagai aktivitas dan budayanya menuju kehidupan yang sempurna.

Selama ini, ditengarai pemicu perubahan peradaban dunia, cenderung dipengaruhi factor perimbangan kekuatan ekonomi dan militer antar negara, hingga kemajuan dan penguasaan tehnologi negara tertentu.

Ahli sosiologis Jerman, Aflred Weber mengemukakan bahwa peradaban itu mengacu kepada suatu pengetahuan praktis dan juga intelektual, serta suatu kumpulan cara yang bersifat teknis yang difungsikan untuk mengendalikan alam.

Bangunan teori peradaban di atas, bisa berarti cara pencapaiannya, mengharuskan ada proses transaksional antar individu maupun kelompok melalui komunikasi dan interaksi secara sadar dan terencana, disertai komitmen secara tertulis maupun secara konvensi.

Pemahaman ini, pemaknaannya bisa menjadi pemantik tindakan inviltrasi dan ekspansi budaya kepada negara bangsa lain, yang mampu ditaklukkan dengan tawaran alternatif prilaku hidup baru, dengan stigma peradaban masyarakat modern.

"Symbol kekuatan dan penguasaannya, diwujudkan dengan parade pengendalian pasar produk hasil tehnologi ciptaanya. Apabila tahapan itu berhasil dilakukan, maka saat itulah proses perubahan peradaban suatu negara-bangsa dimulai"

Kehancuran maupun perubahan peradaban itu, sejatinya telah dikritisi Arnold Joseph Toynbee, sejarawan Inggris melalui bukunya berjudul A Study of History, berisi penyelidikan secara sejarah tentang asal usul, perkembangan, dan kehancuran beradaban besar.

Penelitiannya meliputi jejak pertumbuhan, kemunduran dan kehancuran peradaban, yang menurutnya pertumbuhan adalah proses tantangan, jawaban dan keberhasilan masyarakat, dan semua itu bergantung cara mereka menjawab tantangan kemanusiaan dan lingkungan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x