Mohon tunggu...
khumaediimam
khumaediimam Mohon Tunggu... Wiraswasta - Teruslah menebar kebaikan, karena kebaikan yang mana yang diridhai, tiada kita tahu

Menulis Atau Mati.....

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

Tia Sprei, Usaha Modal Nekad dan Otodidak

27 Agustus 2020   08:29 Diperbarui: 27 Agustus 2020   08:35 1159
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Beberapa orderan sprei yang sudah siap antar. Foto Bastiatun. (Dokpri)

Bastiatun pun mempekerjakan orderannya dengan 3 orang karyawan. Mereka  berasal dari Gandasuli, Pasar batang dan Klampok. Suatu kebahagiaan baginya ketika bisa berbagi rezeki dengan orang lain, apalagi salah satu karyawannya adalah seorang janda yang masih memiliki anak sekolah.

Dokpri
Dokpri
Bastiatun sangat care dan  komunikatif dengan para karyawannya. Bahkan ia memposisikan para karyawannya layaknya mitra kerja dekat. Dengan bantuan karyawannya, Bastiatun merasa sangat terbantu. Usahanya pun kian berkembang. Kini tak hanya sprei saja, produk lain yang juga digarapnya yakni korden, daster, masker.

 Adanya pandemi corona ternyata membawa hikmah baginya. Ribuan orderan masker pun diproduksinya dengan berbagai macam masker. Bahkan ketiga karyawannya bisa mendapat upah masing-masing sampai 1,2 juta rupiah.

Tia Sprei kini mulai banyak dikenal orang. Selain banyak motifnya, bahannya pun bagus, tak kalah dengan sprei produksi pabrik atau produksi lainnya. Nilai plus lain yang bisa didapat dari Tia Sprei, yakni pembeli bisa memilih motif serta ukuran sesuai selera. Harganya pun bersaing. Apalagi bagi reseller atau bagi pemesanan dengan jumlah banyak, sudah tentu ada diskon atau bonusnya.

Bastiatun tak hanya piawai memproduksi sprei, ia juga bergerak memasarkan produknya melaui beragam cara, salah satunya yaitu melaui komunitas-komunitas yang ia ikuti. Pergaulannya yang luas membuat orderan semakin banjir tak terbendung. 

Sudah beberapa kali bazar dan beragam event ia ikuti, termasuk di Taman Mini Indonesia Indah. Produknya mulai dilirik banyak kalangan. Belum lagi selancarnya di media sosial. Lebih dari 30 group WhatsApp ia ikuti. Dan ia mengakui hal itu sangat membantu dalam pemasaran produk-produknya.

Beberapa prinsip usahanya sangat sederhana, Pertama; Nekad dan Otodidak. Prinsip utama ini yang menghantarkan dirinya pada kesuksesan sekarang ini. Berawal tanpa latar belakang dunia penjahitan, justru ia bisa mengikuti bahkan berlari kencang, bersaing dengan produk sejenis lainnya. Omsetnya kini bisa mencapai 20-25 juta perbulan, dengan keuntungan bersih 3-5 juta perbulannya.

Kedua, Olih setitik sing penting akeh (biar untung sedikit, yang penting laku banyak). Bastiatun menerapkan prinsip ini pada produknya. Ia tak memasang harga tinggi. Produknya dijual dengan harga yang bersaing. Secara jujur dia hanya mengambil keuntungan tipis dari setiap pcs nya. Bahkan ia pun sangat fair dengan para karyawannya atas bagi hasil produknya.

Ketiga, produk harus menarik dan unik. Ia dengan karyawannya selalu berusaha mengimbangi trend atau pasar. Beragam seprei dengan motif cerah nan beragam pun ia buat. Seperti motif Starmoon yang kini banyak dicari. Tak luput bahan embos pun ia garap sebagai alternatif selera kelas menengah ke atas. 

Bastiatun berprinsip bagaiman caranya membuat suatu produk yang bisa menarik pembeli untuk tertarik lebih dahulu. Dengan ketertarikan itulah sang pembeli akan mencoba produk kita, setelah mencobanya berlanjut pada kecocokan, dan akhirnya akan memesan lagi di suatu hari.

Beberapa pelanggan ada yang datang langsung ke rumah untuk memesan produk Tia Sprei. (Dokpri)
Beberapa pelanggan ada yang datang langsung ke rumah untuk memesan produk Tia Sprei. (Dokpri)
Keempat, Pentingnya jaringan. Bastiatun mengakui betapa pentingnya peran jaringan atau relasi dalam pemasaran produk-produknya. Ditambah lagi, Bastiatun adalah sosok yang komunikatif dan menyenangkan. Dengan setiap orang yang baru ia kenal, ia mampu beradaptasi dengan begitu ramahnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun