Mohon tunggu...
Kholina
Kholina Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mohon maaf masih banyak kekurangan :) Jika ada salah mohon untuk diperbaiki. Terima kasih... Selamat Membaca :))..

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

PKD PC PMII Kota Depok 2020: Pendidikan dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

24 Oktober 2020   13:44 Diperbarui: 24 Oktober 2020   13:47 68 0 0 Mohon Tunggu...

Pelatihan Kader Dasar (PKD) merupakan kaderisasi formal tingkat kedua setelah Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Secara harfiah, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pelatihan adalah proses, cara, perbuatan melatih, kegiatan atau pekerjaan melatih, dan tempat melatih. Sedangkan kader adalah orang yang diharapkan akan memegang peran penting dalam sebuah organisasi. Sementara, dasar adalah pokok atau pangkal suatu aturan atau ajaran. Jadi, pengertian PKD adalah

" ...sebuah proses atau cara melatih seorang anggota untuk menjadi kader yang diharapkan akan memegang peranan penting dalam sebuah organisasi dengan pokok pangkal suatu aturan atau ajaran organisasinya..."

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau yang disingkat dengan PMII adalah sebuah organisasi kemahasiswaan yang berdiri pada tanggal 17 April tahun 1960 di Surabaya. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) lahir karena menjadi suatu kebutuhan dalam menjawab tantangan zaman. Berdirinya organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia bermula dengan adanya hasrat kuat para mahasiswa NU untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang berideologi Ahlusssunnah wal Jama'ah. Kader PMII sering di sapa dengan panggilan Sahabat ( kader laki-laki) dan sahabati ( kader perempuan).

Kaderisasi Formal dalam organisasi PMII adalah program pengkaderan yang secara resmi dilakukan oleh setiap calon anggota PMII. Tingkatan pengkaderan formal di PMII yaitu Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA), Pelatihan Kader Dasar (PKD), Pelatihan Kader Lanjut (PKL) dan Pelatihan Kader Nasional (PKN).  Sebagai calon anggota PMII, kita harus melewati Mabapa terlebih dahulu, tidak bisa langsung ke PKD ataupun PKL. Jadi pengkaderan ini bertingkat atau berlanjutan, sesuai dengan sampai mana angggota tersebut terakhir kali mengikuti pengkaderan formal. Jika dikiaskan, pengaderan formal ini seperti jenjang pendidikan SD SMP SMA, jadi tidak bisa langsung lompat ke SMP, karena sebelum bisa sampai ke SMP kita harus melewati SD terlebih dahulu.

PC PMII Kota Depok menyelengarakan Pelatihan Kader Dasar (PKD) pada tanggal -10---13 dan 19---20 September 2020 secara virtual, dikarenakan kondisi sedang pandemi Covid-19, dengan tema  "Merekontruksi Gerakan PMII Demi Membangun SDM Unggul dalam Pencapaian SDGs 2030 Pasca Pandemi". PKD PC  PMII Kota Depok dihadiri oleh pembicara-pembicara yang sangat luar biasa dan materi yang disampaikan, sangatlah bermakna. Salah satu materi yang di sampaikan oleh  Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris (Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI) yang memaparkan tentang "SDGs Quality Education". Beliau menyampaikan bahwa Prinsip SDGs yaitu Universal,Integration,No one left behind.dan indikator SDGs dibagi 4 pilar

  • Pilar pembangunan sosial
  • Pilar pembangunan ekonomi
  • Pilar Pembangunan Lingkngan
  • Pilar Pembangunan Hukum dan tata kelola

Poin penting salah satu goals, yaitu pendidikan yang berkualitas. " Kemajuan suatu negara adalah terletak pada kualitas SDM nya, dan pendidikan memliki peran penting untuk membangun sumberdaya yang berkualitas , serta modal untuk mewujudkan masa depan berkelanjutan kualitas pendidikan yang baik tentu perlu untuk menciptakan masyarakat indoneia yg produktif kompetitif dan juga bersaing dikancah dunia".

Dr. Muhammad Luthfi Zuhdi (Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset UI) menyampaikan bahwa Yang perlu diperhatikan dalam pendidikan berkualitas adalah memastikan pendidikan yang inklusif (pendidikan yang terbuka baik yang sudah tua ataupun yang masih muda) dan berkualitas setara, juga mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua. Indonesia perlu menyusun strategi jangka panjang dalam bidang pendidikan untuk memastikan akses pendidikan untuk semua. Perlunya mengawal kebijakan pendidikan yang bersifat jangka panjang yang tidak terpengaruh oleh pergantian menteri dan mutu pendidikan, yang paling penting adalah  Intrumen paling efektif untuk meningkatkan daya saing bangsa adalah melalui pendidikan.

Dalam situasi saat ini yang sedang mengalami pandemi Covid-19 mengakibatkan dampak krisis di sisi aktor (Mahasiswa, Dosen,) dan kelembagaan. Sekolah di Indonesia hampir seluruh dunia di tutup. Mahasiswa mengalami dampak langsung seperti, Penghentian sementara pengajaran tatap muka di PerguruanTinggi, ujian skripsi, tesis, dan dissertasi, wisuda, UKT dan  ketidakpastian berapa lama situasi akan berlangsung. Maka, kita harus memahami dampak krisis pada pendidikan dan menciptakan kepedulian kepada masyarakat dan memimpin dari jarak jauh.

Inilah yang dapat saya tangkap di salah satu materi PKD VIRTUAL PC PMII KOTA DEPOK. Semoga bisa bermanfaat bagi si pembaca. Mohon maaf masih banyak kesalahan dan kekurangan.

Salam Pergerakan ....

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x