Doddy Poerbo
Doddy Poerbo

apalah arti sebuah nama

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Luluhnya Donald Trump oleh Keagresifan Kim Jong Un

13 Juni 2018   02:32 Diperbarui: 13 Juni 2018   03:20 354 0 0

Korea Utara sering dituding sebagai  negara yang  sering membuat  kegaduhan karena sering menggelar uji coba senjata  pemusnah massal yang  memicu kecaman massal di seluruh dunia. Bahkan  sejauh ini ada sejumlah  fakta mengerikan terkait bom nuklir korea utara  yang mengancam dunia.

Salah  satu fakta bom nuklir Korea Utara yang dikalim mengancam dunia  yakni  saat uji coba bom 'hidrogen' pada 6 Januari lalu yang dilakukan di   sebuah situs bawah tanah  pada 9 Oktober 2006. Dalam laporannya ,   negara sosialis pimpinan Kim Jong-un mengaku pada dunia internasional   telah memiliki hulu ledak nuklir awal 2007 yang katanya akan dilakukan   dengan tiga kali uji coba susulan, yakni pada 25 Mei 2009, 12 Februari   2013, lalu terakhir pada 6 Januari tagun ini.

Dan pada 1980-an,  negara Barat terkejut karena ereka mengembangkan  senjata nuklir di  Yongbyeon, tanpa memberitahu PBB. Hingga berjalan pada  1994, setelah  mendapat banyak kecaman dunia  akhirnya Korea Utara melunak  dan   Pyongyang berjanji menghentikan program senjata nuklir asal menerima   pasokan solar dan bahan pangan dari Amerika Serikat.

Salah satu  fakta menarik seputar bom nuklir Korea Utara  ketika mereka berhasil  mengoplos bom atom dan bom hidrogen.  Kondisi seperti ini membuat  Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya  di Asia Timur sangat  khawatir lantaran bom hidrogen tersebut memiliki  daya ledak lebih dari  50 megaton. Minimal 20 kali lipat dari yang pernah  meledak di Hiroshima  dan Nagasaki pada Perang Dunia ke-2.

Korea Utara secara agresif  terus mengembangkan senjata nuklirnya sambil menuntut pasokan bahan  bakar dan pangan untuk rakyatnya yang diancam dihentikan. Namun secara  politis Korea Utara berdalih, pengembangan nuklirnya bertujuan untuk  memelihara perdamaian dunia.

Menurut peneliti asal Amerika Serikat  bernama Joel Wit dari Universitas  John Hopkins mengatakan, dalam lima  tahun yang akan datang, tepatnya  2020, negara yang berada di bawah  pimpinan Kim jong-un itu akan  memperluas program nuklirnya dan bisa  memiliki 100 senjata bom atom. Tentu saja hal ini membuat Amerika  Serikat yang bertindak sebagai polisi dunia menjadi sangat  khawatir.Meskipun program nuklir Korea Utara masih diselimuti  ketidakpastian,  Pyongyang saat ini diyakini memiliki persediaan 10  sampai 16 senjata  nuklir kuno baik dari plutonium atau senjata-grade  uranium.

Belum lama berselang Amerika serikat membatalkan  kesepakatan  nuklir dengan Iran. Keputusan Trump mengakhiri keringanan  sanksi AS akan menenggelamkan  kesepakatan itu dan dapat memicu serangan  balik oleh Iran. Imbasnya,  Iran bisa meluncurkan "serangan balik"  berupa program senjata nuklir,  guna "menghukum" sekutu AS di Suriah,  Irak, Yaman, dan Libanon sebagaimana pandangan para diplomat.

Amerika  Serikat sering melancarkan embargo ekonomi yang mendompleng PBB kepada  negara negara seterunya ini akhirnya luluh oleh keagresifan Korut dalam  pengembangan senjata nuklirnya.  Dalam pertemuan antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ditanda tangani sebuah kesepakatan Denuklirisasi di Semenanjung Korea khusunya sebagai wujud keinginan perdamaian dari kedua rakyat negeri itu.

Perang Korea merupakan konflik besar pertama yang terjadi pada masa  Perang Dingin. Konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan ini  berlangsung antara bulan Juni 1950 hingga 27 Juli 1953. Perang yang  dikenal sebagai perang yang terlupakan itu memakan jutaan korban jiwa.  Seluruh Korea mengallami kehancuran yang  mengerikan dan membutuhkan  waktu puluhan tahun untuk pulih kembali.

Sebelum tahun 1945, Korea adalah satu  kesatuan. Kerajaan Korea kuno disatukan oleh Dinasti Tang pada 668  masehi. Korea yang bersatu ini bertahan selama 1300 tahun sebelum  akhirnya pecah. Korea pecah menjadi dua bagian setelah  manuver yang dilakukan oleh Sekutu menjelang akhir Perang Dunia II.  Selama perang, Korea merupakan wilayah yang dikuasai oleh Jepang. Namun,  setelah kekalahan Jepang pada PD II, Korea dibagi menjadi dua bagian  pada parallel ke-38. Soviet menduduki Korea Utara, sementara Amerika  Serikat menduduki bagian selatan.

Sejarah panjang keterlibatkan Amerika Serikat dalam konflik semenanjung korea ini masih menyisakan persoalan tahanan perang dan repatriasi jenasah pasukan yang belum terselesaikan hingga saat ini. Sebuah pertemuan yang bersejarah untuk mengakhiri ketegangan di semenanjung korea yang telah mencerai beraikan tali silaturahmi dan kekerabatan rakyat korea. 

Walaupun selalu dibawah ancaman konflik, rakyat korea selatan yang "dilindungi" oleh Amerika Serikat relatif lebih makmur. Embargo ekonomi yang diterapkan oleh Amerika Serikat dan Sekutunya pada dasarnya hanya menjadikan rakyat sengsara. Kim Jong Un " si anak bandel" ini mampu menekan Amerika Serikat untuk menghentikan embargo ekonomi dengan kegresifan program nuklirnya, demi rakyat Korea Utara  yang memerlukan pasokan pangan.

Catatan : Ditulis dari berbagai sumber