Mohon tunggu...
Kemal Jam
Kemal Jam Mohon Tunggu... Freelancer - Belajar Menulis dan Mengamati sekitar.

Mengamati apa yang nampak, dan menggali apa yang tak nampak. Kontak langsung dengan saya di k3malj4m@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Zonasi, Belokan Tajam yang Memupuskan Mimpi

26 Juni 2019   04:26 Diperbarui: 26 Juni 2019   18:01 495
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tulisan ini mencoba melihat kebijakan ini sebagai upaya Pemerintah (dalam konteks ini Kemendikbud) untuk mengarahkan masyarakat pada suatu perubahan sosial. Perubahan sosial menurut Selo Sumarjan dapat terjadi terhadap nilai sosial, sikap dan pola perilaku di masyarakat. 

Artinya nilai-nilai yang lama akan berganti dengan nilai-nilai yang baru. Cara bersikap yang lama akan berganti dengan yang baru. Demikan pula pola perilaku yang lama akan berganti dengan pola perilaku yang baru.

Sumber: Dokpri
Sumber: Dokpri

Sekolah Favorit Cara Pandang Lama

Dalam hal ini pemahaman yang lama adalah anggapan bahwa sekolah ada yang kategori negeri dan swasta, bahwa negeri lebih unggul dari swasta, dan diantara sekolah negeri ada sekolah favorit, dan ada nonFavorit. 

Anggapan yang dinulai baik adalah masuk sekolah negeri favorit, dan apabila tidak masuk negeri unggulan atau mungkin swasta akan dinilai buruk, siswa terbuang, tidak pandai, kalah bersaing, dll.

Saking kuatnya nilai-nilai ini di masyarakat, masuk ke sekolah negeri favorit menjadi sebuah impian yang diperjuangkan habis-habisan. Menjadi sebuah sistem motivasi di masyarakat. 

Nilai-nilai tersebut sudah berpuluh-puluh tahun ada di benak masyarakat menjadi pikiran jamak, dan terwujud menjadi pola perilaku jamak.

Saya sangat ingat betul ketika di SMP di Surabaya guru-guru saya bercerita dengan bangganya tentang kakak-kakak kelas kami yang berhasil masuk ke SMAN 5 Surabaya. Dan di akhir ceritanya selalu mendorong kami untuk serius belajar agar bisa keterima di sana.

Lalu banyak orang tua teman-teman rela menyisihkan uang berjuta-juta untuk memasukkan anaknya ke LBB yang bagus agar anaknya berhasil masuk ke SMA favorit. Teman-teman saya juga sejalan dengan ortunya, saya sangat serius bertekad mewujudkannya. 

Berbagai Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) bersaing menjadi yang terbaik. Tentu ukurannya adalah siapa yang berhasil meloloskan siswa-siswanya ke sekolah favorit. 

Sudah menjadi pemandangan umum setiap musim penerimaan murid baru para orang tua berbondong-bondong ingin mendaftarkan diri ke sekolah-sekola favorit.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun