Mohon tunggu...
Ghea Utari Mahar
Ghea Utari Mahar Mohon Tunggu... Akuntan - Pencari tujan hidup

Slow but sure, i will find myself

Selanjutnya

Tutup

Cerita Pemilih

Pasarnya Termakan, Adil?

5 Oktober 2017   01:10 Diperbarui: 5 Oktober 2017   02:32 1616
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerita Pemilih. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

"Retail lagi turun ya, Ghe?"

Eh, nggak kok, Om. Kayanya kantorku aman-aman aja.

"Iya, ta?"

---

Beberapa hari kemudian, barulah saya buka laporan. Hmm.. ternyata nggak semuanya benar. Retail lagi Lesu! Pantas saja suku bunga BI mendadak turun. Konon katanya, itu dilakukan untuk meningkatkan gairah sektor Riil.

---

Bayangkan kita ada dalam satu rumah. Bapak kita pulang, lalu membeli satu buah kue. Kue itu dibagikan ke anak-anaknya. Misalnya ada 5 orang di dalam rumah itu, jika mau adil, masing-masing mendapatkan 20%. Kalau salah satunya saja dapat kue sebesar 25%, yang lain rata-rata akan menerimanya di bawah itu. Karena apa? Kuenya cuma satu.

Adil?

Hukum alam. Bumi cuma satu, tapi yang berjuang ada banyak. Sama seperti pasar. Kalau pasar kita di Indonesia saja, dan semua kebutuhan pasar sudah terpenuhi, ketika masuk persaingan, jika salah satu unggul.... yang satunya (bisa jadi) collapse, kecuali jika si perusahaan itu melakukan difersifikasi atau ekstensifikasi atau apapun lah namanya yang membuat pasar mereka nggak itu-itu saja. Yah, semua buku teori ekonomi setidaknya berkata demikian.

Kadang mikir, kalau saya berlaku sebagai kompetitor di pasar yang dominan menggunakan produk A, lalu ternyata saya berhasil memenangkan hati konsumen pengguna produk A untuk menggunakan produk saya, otomatis penjualan produk A menurun. Penjualan perusahaan mereka menurut. Profit mereka menurun. Bonus yang mereka kasih ke karyawan menurun. Atau, dalam kondisi ekstrem, ketika penjualan mereka jauh di bawah yang seharusnya, bisa jadi.. ada PHK?

Adil nggak ya untuk perusahaan yang berhasil disaingi itu?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerita Pemilih Selengkapnya
Lihat Cerita Pemilih Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun