Mohon tunggu...
Gunawan Wibisono
Gunawan Wibisono Mohon Tunggu... Administrasi - Palembang, Sumatera Selatan

puisi adakalanya menggantikan rembulan diwaktu malam dan hadir menemanimu di siang hari tatkala hatimu gundah maka aku adalah puisi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Mimpi Online

1 November 2022   09:27 Diperbarui: 1 November 2022   09:31 73
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Henpon tua ini bergetar tiba-tiba

Menjadi selimut sunyi yang hangat sangat, selalunya

Ketika waktuku terlelap lelah

Membujur nafas

Henpon tua ini menjadi etalase

Menusukku diam-diam

Orang-orang asing merayunya segala cara

Membujuk mesra dengan tipu daya

Henpon tua ini tak henti terpedaya

Membiarkan otaknya kalah

Disusupi mesin cuci, servis AC bahkan bejibun janji rentenir

Pikirnya pada waktunya akupun pasti akan kalah

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun