Mohon tunggu...
Katly Novita Sidauruk
Katly Novita Sidauruk Mohon Tunggu... Ilmu Komunikasi

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Menonton "Joker" Bukan untuk Anak-anak

9 Oktober 2019   13:09 Diperbarui: 11 Oktober 2019   23:20 0 2 1 Mohon Tunggu...
Menonton "Joker" Bukan untuk Anak-anak
Arthur menghibur anak kecil tersebut

Film yang sekarang ngetrend yaitu film Joker. Di mana film ini menceritakan kisah tentang kehidupan Arthur selama ia menjalani hidupnya menjadi orang yang memiliki sakit mental dan orang tua yang tidak mencintainya.  Film tidak bagus khusus untuk kalangan anak-anak. karena disetiap film ini ada beberapa adegan pembunuhan, depresi, kerusakan mental pada tokoh utama, pengkianatan. 

Sebaiknya jika anak-anak ingin menonton diwajibkan menonton bersama keluarga. pada jalan ceritanya memang kita tidak bisa menebak disitu otak kita disuruh harus berpikir. Peran utama memiliki watak yang pada awalnya normal dan biasanya. Semenjak iya masuk menjadi seorang pelawak iya ingin sekali berusaha membuat semua orang tertawa dengan aksi yang dilakukannya, 

Sebenarnya tokoh utamanya cukup miris di dalam kehidupannya. dia tidak diberikan keadilan terhadap orang-orang yang di sekitarnya. Kebanyakan orang terdekatnya tidak menyukainya. bahkan, ibu angkatnya saja sangat membenci dia karena alasan "dia tidak pernah menangis akan tetapi tetawa". Padahal itu disebabkan tokoh utama memiliki penyakit mental yang bisa membuat orang menjadi trauma. 

Semenjak di pukul dari ia kecil arthur ini membuatnya menjadi beban. dalam arti kata ibunya tidak mencintai dia. teman dekatnya bahkan tidak suka dia dan memberikan jebakan seperti pistol terhadap arthur. Dari sini bisa di pelajari tokoh utama pasti merasakan kesedihan yang cukup mendalam. 

Orang-orang tidak mau berada di dekatnya karena memiliki sebuah penyakit yang aneh. Tokoh utama juga memberikan sisi positif kepada suara warga dari tempat lahirnya. karena sempat warganya kecewa karena walikotanya tidak berjanji terhadap mereka. 

Tokoh utama sering di pukul oleh orang-orang karena ia tertawa secara terus menerus padahal itu bukan keinginannya. dia selalu mengatakan kepada orang-orang yang memukulnya kalau dia sedih dia selalu tertawa tidak pernah berhenti. Dari sini ada bagian di mana sisi peran utama diperlihatkan menjadi sangat depresi. ia mau menari dengan sendirinya dan memainkan pistol dengan sembarang. kesedihan, kekecawaan, kesal, amarah semua bercampur aduk. ketika saya menonton ini saya merasakan di posisinya bagaimana dan bisa dibilang cukup ironis. 

Saat Arthur berusaha ingin terbaik di panggungnya
Saat Arthur berusaha ingin terbaik di panggungnya

Cita-citanya menjadi seorang pelawak terkenal. Bahkan ia membuat sebuah jurnal untuk iya bisa lelucon di depan seluruh publik atau pertunjukan acaranya. dia pernah mengikuti acara tersebut akan tetapi orang banyak menjadi takut melihat sikapnya secara terus menerus. 

Dikarenakan ia tertawa secara terus menerus dan tidak pernah berhenti. banyak orang mengatakan arthur sangat konyol padahal itu impian yang dia inginkan menjadi badut dan pelawak yang baik. Pada saat scene bagian dia menembak. dia pada awalnya juga merasakan shock karena itu memang memegang senjata itu menyeramkan. ketika peran utama sudah mengetahui segalanya iya pun merasa dirinya tidak patut dilahirkan dunia. 

Setelah saya menonton film tersebut banyak orang-orang merasakan takut. Tidak itu juga tertawa joker atau arthur tokoh utamanya membuat orang pusing mendengarkannya. pada film ini memang tragis setiap tokoh yang ikut serta semua dibunuh. Setidaknya Batman yang ketika masih kecil masih hidup. Ayah dan ibu batman dibunuh dengan cara ditembak.

referensi: tirto.id

KONTEN MENARIK LAINNYA
x