Mohon tunggu...
Katedrarajawen
Katedrarajawen Mohon Tunggu... Penulis - Anak Kehidupan

Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis. ________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik...dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menenun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu [Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Tetaplah Menanam Pohon, Walau Tak Berbuah

6 Agustus 2020   08:10 Diperbarui: 6 Agustus 2020   08:15 565 42 21
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Gambar : Canva /katedrarajawen

Katedrarajawen _

Berpikir  positif, tetapi akhirnya lebih banyak kecewa. Apakah lebih baik berpikir yang negatif saja, nanti kalau hasilnya buruk tidak kecewa? Masalahnya tidak baik, kalau berpikir negatif dahulu. Jadi, bagaimana ini? 

Kurang lebih demikian keluh-kesah seorang kawan. Tidak pakai basa-basi, tegas saya jawab,"Tetap berpikir positif!" 

Dipikir-pikir, bila berpikir terlalu positif, kemudian hasilnya tak sesuai yang dipikirkan pasti akan ada rasa kecewa. Tak bisa menerima. Kenapa? Itu yang ada. 

Berpikir positif dapat bonus 100 juta, malah dapatnya 10 juta. Tak habis pikir. Kecewa. Bukankah lebih baik berpikir dapat 10 juta, tetapi dapatnya 100 juta? Tak habis pikir juga, tetapi bahagia.

Dipikir lagi, ada benarnya. Namun tetap lebih baik dan benar terus berpikir positif. Ada hal yang tak terpikirkan dalam pikiran positif. 

Mendapatkan hasil yang tak sesuai yang dipikirkan, tetap berpikir positif. Positif kuadrat. 

Seperti halnya, sewaktu muda saya berpikir bisa mendapatkan Yuni Shara. Kenyataannya dia bukan hanya tidak mau menikah dengan saya, mau kenalpun tidak. 

Kecewa? Sedikit. Saya berpikir saja, ini bukan jodohnya. Tahu diri, berpikirnya terlalu tinggi. 

Dasar saya ini kebanyakan makan obat, lantas saya kasih petuah buat teman yang berkeluh-kesah ini. 

Berpikir positif itu ibarat menanam pohon. Berharap kelak akan menghasilkan buah yang manis pula. Wajar. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan