Mohon tunggu...
MK
MK Mohon Tunggu... Freelancer - Cahaya Bintang

Saat diri dapat katakan CUKUP di saat itu dengan mudah diri ini untuk BERBAGI kepada sesama:)

Selanjutnya

Tutup

Healthy Artikel Utama

BPJS Kesehatan Milik Bersama

18 Oktober 2021   12:27 Diperbarui: 20 Oktober 2021   22:10 747
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ketua RT tempat tinggalnya menyarankan untuk buat SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). Biaya rumah sakit dan obat dijamin penuh oleh pemerintah.

Sebenarnya pekerja kantor tidak boleh meminta SKTM karena SKTM ditujukan untuk warga yang sama sekali tidak berpenghasilan atau berpenghasilan rendah. 

Kondisi kesehatan yang sangat darurat dan kemurahan hati ketua RT, RW hingga kelurahan melancarkan upaya mendapatkan SKTM. Rumah sakit di Jakarta yang bisa menerima SKTM adalah RSCM. 

Istrinya meminta tolong saya untuk temani ke RSCM di hari pertama mengunakan SKTM karena tidak tahu letak RSCM.

Sesampai di RSCM, saya dan istrinya sama-sama kaget melihat bangunan tua peninggalan Belanda yang kotor, bau, kumuh dan koridor menuju bagian administrasi SKTM penuh orang duduk di lantai. 

Istrinya meminta saya untuk menunggu di ujung koridor supaya tidak ketahuan bagian administrasi bahwa suami pekerja kantoran karena penampilan saya terlihat jelas sangat beda dengan yang lain. 

Untuk mengunakan SKTM harus bolak-balik tukang foto copy karena setiap kertas yang keluar setelah ada cap dan tanda tangan wajib dicopy. 

Dokter penyakit dalam yang merawat beliau adalah dokter untuk semua lapisan sosial. Pagi praktek di poli SKTM dan sore di RSCM Kencana.

Saat itu RSCM Kencana, rumah sakit versi swasta RSCM baru dibuka. Biaya konsultasi beliau di RSCM Kencana sebesar Rp 500 ribu. Tapi, poli SKTM nol rupiah. 

Saya lupa nama dokter yang merawat, tapi saya ingat betul kemurahan hati beliau karena dengan sabar dan teliti merawat sopir kantor saya.

Dokter yang tak dibayar itu rela memberikan nomor telepon pribadi supaya bisa dihubungi pasien kapan saja saat timbul masalah. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun