Gaya Hidup Artikel Utama

Gagal Tes CPNS Karena Kelalaian Jasa Pengiriman

11 Oktober 2017   10:52 Diperbarui: 12 Oktober 2017   09:50 4518 6 7
Gagal Tes CPNS Karena Kelalaian Jasa Pengiriman
Sumber ilustrasi: cpns.link

Di saat yang lain sedang sibuk mempersiapkan diri untuk tes CPNS, saya mau share true story. Sebenarnya agak sedih ingat-ingat kejadian ini, kesel juga. Tapi karena banyak yang bertanya, akhirnya saya beranikan diri untuk menceritakannya.

Bulan lalu, sempat daftar CPNS untuk Kementerian Luar Negeri. Perlu dicatet, untuk Kemenlu tesnya mandiri, jadi prosedur pendaftarannya pun berbeda dengan instansi kementerian lainnya.

Siang itu, Jumat 22 September 2017 saya sudah siapkan berkas-berkas yang diperlukan untuk pendaftaran, termasuk surat lamaran dan surat pernyataan bermaterai, riwayat hidup/CV, akte kelahiran dan berkas lainnya yang diperlukan.

Berkas lengkap, kemudian dimasukkan ke amplop coklat dan siap untuk dikirimkan melalui jasa pengiriman. Awalnya, memang berniat untuk mengirim via POS. Sayangnya saya lupa kalau hari itu Jumat, dan POS tutup sesudah jam makan siang. Akhirnya saya beralih ke jasa pengiriman lain, JNE.

Hal pertama yang saya tanyakan adalah, apakah bisa mengirimkan surat dengan alamat PO BOX? dan Mba yang bertugas saat itu menjawab dengan sangat yakin, "Iya, bisa." Bahkan beliau menebak dengan benar kemana surat ini akan diantarkan.

"Oh, untuk CPNS ya mba?" tanya mba kurir sembari menyambut kehadiran saya siang itu.

"iya mba, koq tau?"

"Iya, karena kantor lain juga banyak yang kirim tadi."

Dalam hati saya senang, syukurlah karena masih ada yang mengirim hari ini. Mengingat, cap pos terakhir adalah besok tanggal 23 September 2017. Dan diterima paling lambat tanggal 24 September 2017.

Saya pastikan lagi sama Mba nya kalau berkas ini akan tiba di Kemlu ke-esokan harinya.

"Iya mba, besok nyampe. Malam ini dijemput sama kurir."

Ok. Fix, berkas pun saya percayakan sepenuhnya sama JNE , langsung bayar jasa pengiriman delapan belas ribu, dan lalu kembali ke kantor.

Sabtu, Minggu, Senin pun berlalu. Saya merasa agak curiga, koq gak ada notif dari Kemlu-nya ya?

Hari Selasa, karena lembur saya baru bisa tracking resi JNE malamnya setiba di kosan. Ada yang tanya, koq gak lo cek hari Senin? Itu kesalahan saya, lupa di mana menyimpan resinya.

Setelah di cek di portal Kemlu tertulis kalau BERKAS BELUM DITERIMA.

Pas dicek resi JNE, kiranya status berkas ku masih ON PROCESS.

SHOCK!

Saya langsung telpon JNE call center, menanyakan perihal berkas yang pada trackingnya tercatat bahwa surat tidak diproses di hari setelah surat itu saya antarkan ke agen JNE.

Kecewa dengan jawaban mereka yang tidak bertanggung jawab,

"Mohon maaf, Ibu untuk saat ini kami belum bisa tracking surat nya ada di mana karena kurir yang bersangkutan tidak bisa dihubungi."

WHAT?? Koq bisa??

"Iya Ibu, di sistem tertulis bahwa surat ini masih di proses karena alamat tidak lengkap."

Gak lengkap?? Setahu saya semua jasa pengiriman tau kalau alamat PO BOX itu adalah instruksi khusus. Lagipula kalau memang tidak lengkap kenapa tidak ada pemberitahuan? Saya tulis loh nomor telpon lengkap dengan alamat kosan.

Lagi-lagi mereka berdalih, tidak bisa menjawab.

Dengan berat hati saya harus menunggu sampai esok hari. Niatnya sih kalau mereka tau suratnya ada di mana malam itu juga, mungkin malam itu juga bakal jemput dan antar sendiri ke Kemlu keesokan hari-nya.

Hari berganti, Rabu 27 September 2017, seperti yang ada di timeline bahwa hari ini adalah pengumuman kelulusan seleksi administrasi (baca: berkas). Saya deg-degan setengah mati, gak bisa fokus di kantor, pikiran terpecah dan khawatir gak bisa memanfaatkan the last minutes that i have untuk datang ke Kemlu-nya langsung dan bilang, "Ini loh pak berkas saya, sudah dikirim tanggal 20 dengan cap pos tertera, tapi ada kendala dengan jasa pengirimnya, mungkin mereka tidak tau Kementerian Luar Negeri di mana, berharap masih ada kesempatan saya untuk seleksi berkas."

Sialnya setelah ditelpon berkali-kali, mereka tetap saja menjawab dengan jawaban yang sama.

"Iya ibu, suratnya masih di kurir. Baik, akan segera kami retur ke alamat ibu. Atau kami akan hubungi ibu kembali."

WHAAAAAAATTTT?

Saya kesal setengah mati dong mendengarnya. Surat itu pasti gak akan diproses kalau mereka gak di desak terus. Bahkan berkali-kali di hari Rabu itu kutelpon mereka. Dan jawaban mereka sangat tidak memuaskan.

Gak bakal lagi pake jasa ini next time. Gak professional. Katanya banyak yang daftar Kemlu, pake agen yang sama, ngirim di hari yang sama, kenapa berkas saya doang yang nasib nya kek gini??

Bahkan hari Kamis masih saja saya coba hubungi mereka. Hari Jumat pun begitu. Dan jawaban mereka tetap sama.

"Maaf Ibu, ini akan memakan waktu paling lama 4 hari untuk proses retur."

Okey, paling tidak saya tau suratnya sekarang dimana, tapi mereka tidak bisa memberi jawaban yang pasti.

Sabtu-Minggu, saya pulang lah ke Bekasi. Berharap tidak akan ada pertanyaan tentang CPNS ini, sayangnya saya gak bisa nyimpan apa yang terjadi. Hingga akhirnya cerita ini sampai ke telinga Bunda, adik mama.

Beliau marah, kesal. "Kalau gagal karena di tes sih gak apapa, tapi ini yang salah bukan kita, tapi pihak JNE nya."

Beliau gak terima, akhirnya saya disuruh telpon lagi CS nya dan menanyakan hal yang sama.

Anehnya, jawaban mereka berbeda dengan sebelumnya.

"Mohon maaf sebelumnya Ibu, agen kami memang tidak menerima surat beralamatkan PO BOX. Jadi mungkin next time kalau ibu kirim surat lagi, dituliskan saja alamat lengkapnya."

Enak banget ya ngomongnya???? Dan ini beda banget sama yang disampaikan sama Mba kurir yang di agen dekat kantor.

Kalau emang gak bisa, kenapa gak ngomong dari awal? Kenapa suratnya diterima dan bilang besok langsung diantar ke Kemlu??

Ya Allah, uji kesabaran banget ini.

Hari Senin atau Selasa (lupa), saya telpon lagi. Padahal waktu itu bilangnya langsung dikirimkan ke alamat kantor, saat minta di retur.

"Mohon maaf Ibu, apakah sudah di cek di agen JNE tempat Ibu pertama kali mengirimkannya?"

Kesel banget ya Allah :""(

Mereka ga tau apa, itu bukan berkas biasa yang kalau ga sampe ya udahlah ya ga terlalu penting. Tapi gara-gara surat itu gak nyampe ke Kemlu, saya gak bisa ikut tes dan dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi.

Dan JNE nya sendiri kek gak ada rasa bersalah gitu, gak ngasih info, gak ngabarin via tertulis, apalagi minta maaf.

Gak tau deh, ini terjadi sama saya sendiri atau mungkin temen-temen pernah mengalami hal yang sama?

Akhirnya saya kembali ke agen JNE yang ada dekat kantor. Datangin langsung, berharap ada penjelasan.

"Oh iya mba, ada dua yang di retur. Katanya alamat nya gak lengkap."Kurir 1 menjawab sembari mencari surat.

"Oh, itu suratnya sudah diantar kurir mba, tapi gak diterima sama security Kemlu nya, katanya gak terima cap pos J** , harus via POS." Kurir 2 menimpali,

Ada 3 kurir yang bertugas saat itu, dan mereka memberikan jawaban berbeda-beda.

Kurir yang terakhir menjawab, "Kami tidak tau apa-apa, coba aja ditelpon ke pusat Mba."

Bahkan permintaan maaf atau ungkapan penyesalan tak satu pun terucap dari 3 kurir yang mewakili perusahaan besar yang katanya sudah 25 tahun melayani masyarakat. Oh, setidaknya mereka ngembaliin ongkos kirimnya kan? Atau apalah yang bisa bikin pelanggannya merasa baikan. Atau inisiatif untuk follow up lagi ke pelanggan kalau memang peduli dengan kepuasan konsumen. Tapi, ini gak ada inisiatif sama sekali.

Saya heran, katanya banyak yang mengirimkan suratnya di hari yang sama saat itu, kenapa surat ku saja yang ditolak? Kalau benar security Kemlu nya tidak menerima berkas yang dikirim via JNE, kenapa yang lainnya diterima??

Kalau benar mereka tidak melayani pengiriman PO BOX, kenapa mereka tidak bilang dari awal??

Kalau benar mereka melayani pelanggan nya, jika ada kesalahan alamat atau ada kendala, kenapa mereka tidak langsung menghubungi pihak pengirim? Padahal di resi tertulis lengkap nama pengirim, alamat, dan nomer telpon.

Dan yang sangat ku sayangkan, perusahaan jasa pengiriman segede itu tidak tau dimana alamat Kementerian Luar Negeri? Tidak mungkin selama 25 tahun mereka tidak menyimpan kode untuk alamat yang menggunakan PO BOX.

Kecewa banget. Kalau saya gak lolos karena nilai yang jelek saat tes, saya bisa terima. Tapi ini kesalahan kurir nya, yang mereka sama sekali tidak bertanggungjawab.

Di sisi lain, saya pikir positif saja sama takdir Allah. Semoga ini bisa jadi pelajaran bagi kita semua, saya juga salah sudah mendaftar di menit-menit terakhir (dikarenakan beberapa hal), next time kalau ngirim berkas atau surat penting lagi harus di cek tiap saat. Jangan percaya sepenuhnya sama jasa pengiriman karena mereka gak akan proses surat yang terkendala kalau gak kita desak.

Buat teman-teman yang berjuang untuk tes Kemlu nya hari ini atau besok, semangat ya! Kalian beruntung sudah lolos tahap pertama, karena dari 5000 pendaftar hanya 2000an yang lolos seleksi administrasi.

At least you try harder to get your dream comes true.

Note: saya ikut CPNS karena saran orang tua, setidaknya saya bisa uji kemampuan diri melalui tes nya, tapi apa daya, tinggal harapan. Maaf ya Mah, Allah mau nya jalan ku gak di sini.

BaBHAY CPNS 2017!!! :")


Dok.pribadi
Dok.pribadi