Mohon tunggu...
Karya Inovasi (Karinov)
Karya Inovasi (Karinov) Mohon Tunggu... Administrasi - Indonesia

Website WordPress Specialist Menulis hal yang bermanfaat.

Selanjutnya

Tutup

Money

Menakar Popularitas 4 Operator Seluler Indonesia dan Tantangan di Era Pandemi

12 Maret 2021   19:24 Diperbarui: 5 April 2021   18:20 2060 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
provider layanan internet indonesia (hijabit.com)

Seiring dengan tren aktivitas jarak jauh, koneksi internet telah menjadi kebutuhan pokok banyak orang mulai dari pelajar hingga pekerja kantoran. Sebuah peluang besar ini harusnya dapat ditangkap sebagai sinyal baik untuk seluruh operator seluler yang ada di Indonesia untuk melebarkan sayapnya.

Jika kita mengacu pada data dari Google Trends, sebenarnya kita sudah bisa memprediksi bagaimana pola konsumen paket data selama pandemi ini. Apakah ada perubahan perilaku demi mencari service provider yang menyediakan akses internet lebih cepat atau memang faktor harga masih menjadi pilihan utama?

Berdasarkan kurva perbandingan 4 operator seluler ternama di Indonesia; Telkomsel, Indosat, XL, dan Tri, dapat kita lihat tren pencariannya di Google Search dalam rentang 90 hari terakhir (3 bulan ke belakang) [1]:

Data popularitas provider internet di 2021 / trends.google.com 
Data popularitas provider internet di 2021 / trends.google.com 

Adapun untuk data rata-rata pencarian ketiga ISP diatas dalam angka adalah sebagai berikut:

  • Telkomsel: 76
  • Indosat: 31
  • XL: 30
  • Tri: 27

Dapat terlihat pada kurva diatas, market leader untuk industri seluler masih dipegang oleh Telkomsel sebagai penyedia layanan yang tersebar di seluruh Indonesia disusul oleh Indosat, XL, dan Tri. Data kasar ini sebenarnya sejalan dengan fakta bahwa jumlah pengguna keempat operator diatas memiliki urutan yang persis sama berdasarkan rilis berikut di tahun 2019 [2]:

  • Telkomsel 171,1jt pengguna
  • Indosat 59,3jt pengguna
  • XL 56,7jt pengguna
  • Tri 30,4jt pengguna

Data pengguna operator seluler Indonesia / Katadata.co.id
Data pengguna operator seluler Indonesia / Katadata.co.id

Jadi, tidak berlebihan apabila kita mengatakan bahwa data jumlah pencarian relatif dari Google Trends dapat menggambarkan banyaknya pengguna layanan operator yang bersangkutan. Sayangnya, dari observasi singkat ini pula, kita belum dapat melihat adanya perubahan yang signifikan dari jumlah pengguna keempat operator diatas.

Memang, tidak dapat dipungkiri bahwa operator seluler sudah mulai berinovasi untuk menghadapi pandemi seperti Telkomsel yang menghadirkan Chatbot Veronika berbasis artificial intelligence yang mampu menjadi GraPARI Virtual. Namun, hal ini sebenarnya belum cukup menjawab tantangan sebenarnya di era everything from home yaitu akses internet untuk semua.

Belum lagi, jika mengacu pada tren pandemi yang bahkan sekelas kementrian ikut andil dalam merilis program Kuota Kemdikbud, mencerminkan bahwa sebagian besar masyarakat masih memiliki tantangan tersendiri untuk bisa mengakses internet. Peluang ini sebenarnya memiliki potensi besar bagi para perusahaan provider internet untuk menggaet pelanggan baru dengan meluncurkan program serta promo yang lebih agresif atau bahkan outside the box.

Lewat analisis singkat ini, tentu kita berharap ada inovasi dan program-program kreatif yang dapat menjadi solusi akses internet untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Toh dari data-data diatas, penulis sangat yakin apabila ada operator yang bisa menghadirkan program serta promo yang tepat, siapa tahu kurva tren keempat operator seluler diatas bisa berubah dan membuat peringkat jumlah pelanggan yang baru.

Kita tunggu saja apakah Indosat, Tri, dan XL mampu memanfaatkan kondisi ini untuk membuat potongan kue pelanggan seluler berubah atau membiarkannya berlalu begitu saja? Atau jangan-jangan peluang ini  menjadi celah untuk pemain baru mendisrupsi model bisnis akses internet yang lebih bagus, murah, dan cepat dibanding provider konvensional.

referensi: [1] [2] whitepaper.co.id

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan