Mohon tunggu...
Cuham Beib
Cuham Beib Mohon Tunggu... Wiraswasta - Menjadikan Sepeda Sebagai Moda Transportasi sehari-hari kemana saja,

Penulis amatiran, ringan , dan sederhana. Penikmat sepeda harian. Icon Bersepeda itu Baik.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Menyimpan Kenangan di 2021, Menyongsong Dunia Baru di 2022

31 Desember 2021   14:07 Diperbarui: 31 Desember 2021   14:08 467
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

PENGHUJUNG tahun 2021, masyarakat di beberapa belahan dunia termasuk Negara kita sedikit bisa bernafas lega setelah diketahui telah terjadi penurunan kasus penyebaran virus covid-19 yang selama dua tahun telah memporak-porandakan berbagai tatanan kehidupan.

Meskipun kondisi agak menyenangkan tersebut dihantui penyebaran virus dengan varian baru yang pertama kali menyebar di Afrika Selatan, dikenal dengan sebutan omicron. Konon, virus tersebut lebih mengerikan dan berbahaya.

Kondisi seperti itu disikapi beragam oleh masyarakat, sama seperti di awal-awal terjadi pandemi, ada yang tetap dan selalu  waspada serta peduli, ada yang pasrah, acuh tak acuh, dan sebagainya.  Bahkan dinamikanya begitu tinggi dari mulai masyarakat bawah, elit politik hingga pejabat Negara, seperti  pro dan kontra, tingkat kepedulian, kerusuhan, oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dan lain-lain.  

Demikian halnya dengan masyarakat pegiat sepeda, tahun 2021 adalah mulanya kembali pergerakan nyata dilapangan ketika gerakan yang sudah dilakukan harus terhenti ketika pandemi datang. Ikhtiar gerakan dilakukan dengan berbagai cara walaupun harus ditempuh dominan dengan metode daring di 2020.

Pada masa pelonggaran pembatas sosial tahun 2020, dalam beberapa bulan ada fenomena unik dengan munculnya euforia masyarakat gemar bersepeda. Setiap akhir pekan, berbabagai sudut kota tak hanya dipenuhi oleh pesepeda yang sudah biasa, tapi juga oleh ribuan pesepeda baru dari mulai anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, hingga para lanjut usia.

Uniknya, kondisi tersebut telah memunculkan  dinamika positif, diantaranya gairah bersepeda kembali menghangat dengan maraknya event-event bersepeda meski secara virtual atau terbatas, kegiatan kepedulian sosial pesepeda, menumbuh suburkan komunitas pesepeda, gairah ekonomi di sektor jual beli, lapak, dan bengkel sepeda.

Namun, tak sedikit telah menimbulkan banyak persoalan, seperti sebagian pesepeda yang berprilaku tidak tertib dan kurang beretika sehingga menimbulkan sorotan tajam dari masyarakat lain. Meski demikian tetap ada hikmahnya, karena telah menumbuhkan kepedulain sebagian pesepeda dengan melakukan kegiatan gerakan edukasi tertib berlalu lintas, protokol kesehatan dan keselamatan bersepeda.

Tak hanya itu, aktifitas bersepeda makin mendapat perhatian  banyak pihak , dari pemerintah dengan menurunkan peraturan pemerintah tentang keselamatan bersepeda, dan membangun fasilitas pesepeda, salah satunya adalah lajur khusus sepeda.

Sementara dari pihak swasta, membangun jaringan, kerjasama, kolaboraksi, atau kemitraan dalam melakukan gerakan bersepeda baik berbasis lingkungan, olahraga, pendidikan, sosial, budaya, dan ekonomi.

Riak-riak kecil aktivitas bersepeda tersebut dibarengi dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara berkala dan berkelanjutan dari pemerintah diiringi masa euforia masyarakat bersepeda sudah tidak terjadi lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun