Mohon tunggu...
Muhammad Khoirul Wafa
Muhammad Khoirul Wafa Mohon Tunggu... Penulis - Santri, Penulis lepas

Santri dari Ma'had Aly Lirboyo lulus 2020 M. Berusaha menulis untuk mengubah diri menjadi lebih baik. Instagram @Rogerwafaa Twitter @rogerwafaa

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Aziz Gagap, Popularitas, dan Hidup Bersahaja

11 April 2020   07:17 Diperbarui: 11 April 2020   07:19 95
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sederhana sekali ya...

Kalau yang dicari-cari setelah kerja keras dibela-belain gak tidur, segala macem, ternyata adalah agar bisa santai dan istirahat dengan tenang, kemudian bisa makan, sebenarnya dari awal orang sudah memiliki itu semua. Hanya saja kurang bersyukur. Dan kurang menyadari.

Saya ingat cerpen ini intisari.grid.id.

Banyak orang mengira yang mereka cari-cari dalam hidup adalah menjadi Bill Gates. Punya perusahaan investasi Berkshire Hathaway. Atau duduk jadi direktur utama Alibaba.

Mereka hanyalah contoh, betapa kita yang hidup sederhana namun bahagia inilah, sebenarnya sesuatu yang ingin dicapai di hati kecil banyak orang. Jack Ma sendiri mengakui, baginya lebih sulit menghabiskan uang daripada menghasilkan uang. Kebalik ya dengan banyak orang lain? Tapi dia memilih pensiun sekarang. Padahal usianya baru 55 tahun saat berhenti. Banyak loh pimpinan perusahaan lain yang jauh lebih tua dan belum ingin berhenti.

Jadi, hidup adalah tentang rasa syukur.

Segalanya tidak selalu diukur dengan nilai. Dengan seberapa banyak, dengan seberapa luas, atau seberapa jauh. Kadang, sedikit itu berarti banyak. Dan banyak hanya berarti sedikit. Sebab dibalik itu ada hal lain yang tak bisa diungkapkan dengan kalimat apapun.

Tanpa hal itu, memiliki apapun, mencapai apapun, tak pernah ada kata puas. Bahwa ada konsekuensi yang ditanggung saat memiliki beban yang kian berat. Semakin kaya dan semakin terkenal, kadang semakin tidak tenang hidup seseorang. Ada rasa gejolak tentang hal-hal yang tak terpuaskan.

Punya Harley Davidson, ingin Rolls-Royce. Punya Ferrari ingin beli Bugatti. Punya Lamborghini ingin memiliki pesawat jet pribadi. Punya rumah mewah ingin beli pulau. Bahkan saat punya perusahaan berkelas dunia, ingin jadi presiden Amerika. Sudah jadi presiden Amerika pun, ingin jadi presiden Amerika dua periode.

Tak ada habisnya jika mata rantai itu tidak segera diakhiri.

Kebahagiaan kecil kadang lenyap karena dikomersilkan. Mengejar popularitas, mengejar harta, atau apalah... Sehingga lupa untuk apa kita sebenarnya sedang melakukan sesuatu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun