Mohon tunggu...
KA Widiantara
KA Widiantara Mohon Tunggu... Dosen - Praktisi dan Akademisi Komunikasi-Media

Praktisi dan Akademisi Komunikasi-Media

Selanjutnya

Tutup

Gadget

Perubahan Perilaku dan Budaya Digital

19 April 2021   13:34 Diperbarui: 19 April 2021   14:15 205
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Pendidikan kerap dimaknai sebagai sesuatu yang sangat
esensial dalam kehidupan manusia sehingga sangat
dibutuhkan manusia, bahkan sejak dahulu kala. 

Tentusaja pada jaman purba tatacara mendidik tidak seperti
sekarang dimana peserta didik duduk berderet-deret di
bangku di dalam kelas, dengan aturan-aturan yang sudah
ditentukan, yang hasil didik pun diukur dengan kaku.


Pendidikan di dahulu kala dilakukan dengan lebih santai,
tidak terkungkung dalam ruang, dapat terjadi di ruang
terbuka namun tujuannya tetap sama yakni manusia
terbebas dari kekufuran. Pendidikan jaman duhulupun
juga ditujukan agar kehidupan manusia lebih tertib dan
nyaman.


Keberhasilan pendidikan yang sudah dicapai
manusia di muka bumi ini sekaligus juga adalah
kegagalan. Mengapa tidak? karena tujuan pendidikan
adalah melepaskan diri dari kegelapan, dan kebodohan. Tujuan
pendidikan adalah mencapai tingkat kehidupan yang lebih tinggi,
tujuan pendidikan adalah mengeksplorasi dunia termasuk manusia
yang hidup di dalamnya. 

Perkenalan antarmanusia dilakukan dengan berkomunikasi yang ujungnya saling memahami, mentransfer
pengetahuan yang dipunyai oleh seseorang atau sekelompok individu
ke individu atau kelompok lain. 

Teknologi tinggi yang dipakai dalamkehidupan manusia adalah hasil dari pendidikan ini. Teknologi tinggi
diidamkan sebagai alat bantu untuk kenyamanan hidup manusia,ternyata tidak selamanya terpenuhi.

 Dengan teknologi tinggi tetapikonten informasi yang tidak benar ternyata dapat memicu salah
paham, yang berujung pada hatred, kebencian antar kelompok, dan
bahkan peperangan.

 Teknologi juga dapat dipakai untuk mendekatkan
sanak keluarga yang jauh. Anggota keluarga yang sedang bepergian
atau tinggal di belahan bumi yang lain setiap waktu bisa berhubungan
sekaligus melihat wajah dan kegiatan mereka, membuat ketentraman
hati seluruh keluarga.

 Teknologi juga menjauhkan anggota keluarga
yang hidup berdekatan, bahkan se rumah, karena setiap anggota hanya
sibuk dengan gadgetnya sendiri, di sinilah dimulainya kerenggangan
hubungan face-to-face antar manusia yang sehat.
Jadi, salahkah pendidikan yang menghasilkan sains dan
menciptakan teknologi?


Diakui atau tidak, pendidikan pada jaman tertentu membawa dampak
pada perkembangan teknologi. Sejak abad ke 18 terjadi revolusi industri
yang mengubah perilaku manusia. Revolusi pertama pada tahun
1784 ditandai dengan diketemukannya dan digunakannya alat-alat
produksi mekanik, jalan kereta api, dan mesin uap. Kehidupan menjadi
lebih nyaman karena mobilitas dan produktivitas manusia meningkat,
terutama dalam bidang pertanian dan transportasi. Revolusi kedua
yang terjadi di paruh kedua abad 19 ditandai dengan produksi masal,
tenaga listrik, dan assembly line. 

Revolusi ketiga pada pertengahan abad
ke 20 ditandai dengan lahirnya komputer, otomatisasi produksi, dan
munculnya barang2 elektronik. Revolusi keempat yang sampai masih
berjalan dimulai di awal abad 21 yang ditandai dengan kecerdasan
buatan (artificial intelligence), big data, robot, dan hal-hal lain yang
sekarang belum ada. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gadget Selengkapnya
Lihat Gadget Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun