irvan sjafari
irvan sjafari Jurnalis

Saat ini bekerja di beberapa majalah dan pernah bekerja di sejumlah media sejak 1994. Berminat pada sejarah lokal, lingkungan hidup, film dan kebudayaan populer.

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

"Asih", Kisah Hantu Paling kelam dari "Danur Universe"

4 Oktober 2018   17:35 Diperbarui: 5 Oktober 2018   09:20 4065 3 0
"Asih", Kisah Hantu  Paling kelam dari "Danur Universe"
Poster Asih (MD Pict)

Indung-indung kepala lindung/Hujan di udik di sini mendung/Anak siapa pakai kerudung/Mata melirik kaki kesandung.  Lagu indung-indung ini kerap saya dengar waktu kecil, menurut sejumlah referensi ditulis oleh Ilin Sumantri,kemungkinan awalnya lagu gambus, tetapi juga kerap dinyanyikan untuk lagu anak.

Tetapi ketika dinyanyikan seorang perempuan bernama Asih dalam opening scene film "Asih", maka akan terasa getir.  Perempuan itu melantunkannya dengan perlahan, nyaris tenggelam oleh suara derasnya hujan pada malam yang kelam, sambil melangkah dengan kaki telanjang.

Amboi, opening scene yang ciamik cukup menggambarkan semangat hidup seorang perempuan yang sudah runtuh. Dengan adegan kilas balik perempuan itu diusir oleh orangtuanya karena mengandung anak tanpa bapak dan juga oleh warga kampung.

Shareefa Daanish tanpa banyak bicara mampu memperlihatkan hancurnya hidup seorang perempuan yang runtuh di bawah kaki   budaya patriaki yang kerap kejam.  

Ketika menonton film ini dalam press screening di Epicentum, Rabu 3 Oktober 2018, batin saya bertanya: "Loh, kok perempuannya yang disalahkan sebagai tidak bermoral? Lah, laki-laki yang menghamilinya tidak dicari oleh keluarganya?" 

Perempuan itu memmbunuh bayinya sendiri dengan menenggelamkannya dalam ember cucian berisi air dan ia sendiri memilih mati dengan mengiris urat nadinya dengan tangkai sisir di bawah pohon beringin. 

Pohon yang kemudian dihubungkan menjadi tempat Riri, adik Risa dalam "Danur: I see Can The Ghost" menemukan sisirnya dan akhirnya berurusan arwah Asih.      

Manoj Punjabi, Produser MD Pictures menyebut karya Risa Saraswati yang diangkat ke layar lebar sebagai "Danur Universe", mengingatkan pada "Conjuring Universe".  Sementara "Asih" adalah karakter yang diangkat menjadi spin off, seperti halnya karakter Valak.

Kalau saya memandang karya Risa Saraswati sebagai  kisah hantu yang berkaitan dengan sejarah sosial yang kuat.  Kisah hantu anak-anak Belanda berkaitan dengan sejarah kelam masa pendudukan Jepang di Kota Bandung, yang memang prosentase pemukim Eropanya paling banyak dibanding tempat lain.  Anak-anak itu menjadi korban tentara Nippon.

Tetapi yang paling kelam adalah kisah Asih ini. Seorang perempuan biasa yang bunuh diri karena tak berdaya karena tekanan sistem sosial. 

Settingnya pada 1980, mengingatkan saya pada kemalangan perempuan muda lugu dari desa yang mencari nafkah di kota dalam sebuah lagu Bimbo berjudul "Balada Gadis Desa" yang nyaris sebangun.

Menggunakan lagu" Indung-indung " mengingatkan saya pada film horor "Anabelle" bersetting 1950-an dengan lagu sederhana "You are My Sunshine" menjadi lagu yang menyeramkan untuk dilantunkan.  Jadi Awi Suryadi cukup detil dengan suasana sosial pada 1980-an. 

Ceritanya disebutkan 37 tahun sebelum kejadian Danur, di sebuah daerah perdesaan di Provinsi Jawa barat. Pasangan Suami-Isteri Andi (Darius Sinathrya) dan Puspita (Citra Kirana)  tinggal di sebuah rumah bersama ibu dari Andi (Marini Soeryosoemarno), sehari setelah kematian Asih .  

Puspita menunggu kelahiran bayinya.  Ketika bayinya lahir dan dinamakan Amelia,   arwah Asih pun menteror keluarga ini dan bermaksud mengambil bayinya.

Budaya Sunda cukup kuat dalam film ini, seperti pamali yang dianjurkan bidan (Djenar Mahaesa Ayu) agar jangan meletakan bayi di bawah jendela, dianjurkan menaruh gunting di bawah bantal dan jangan membairkan bayi di luar sebelum mahgrib, usia sebelum 40 hari rawan bagi bayi untuk dapat gangguan mahluk halus.  Beberapa di antaranya saya dengar dari ibu saya yang pernah tinggal di Bandung.

Namun cerita  Sang Bidan soal keberadaan bernama Abah (Alex Abbad) yang membunyikan tiang listrik di tengah malam memberitahukan keberadaan hantu itu hal yang orisinil. Justru sangat menakutkan ketika Puspita terbangun tengah malam menghitung berapa kali tiang listrik dipukul. Sederhana.

Begitu juga adegan Asih mengunyah ari-ari yang dikuburkan suaminya yang lalai merupakan adegan yang sebetulnya terlihat klasik. Hasilnya saya setuju dengan pernyataan Awi Suryadi filmnya sebagai "Old School Horror Movie" yang sangat Indonesia.

Plot ceritanya begitu, akhirnya mereka meminta bantuan orang pintar  yang disebut Abah itu untuk mengatasi gangguan itu.  Seperti akhir film ini begitu menegangkan dan menyeramkan. Bersiaplah. Ini cerita "Danur Universe" yang paling seram. 

Akting Shareefa Daanish begitu brilian.  Tanpa banyak bicara. Hampir saya tidak mengenalinya. Daanish meningkat kemampuan aktingnya  dari peran sebagai Dara dalam "Rumah Dara" beberapa tahun yang silam.  

Bintang artis yang kini terlibat sinetron stripping Tukang Ojek Pengkolan ini kembali bersinar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2