Mohon tunggu...
JulianRamadhan
JulianRamadhan Mohon Tunggu... Fotografer

Menulis apa yang saya suka dan senangi.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

UEFA dengan Intriknya

3 Oktober 2019   12:02 Diperbarui: 3 Oktober 2019   12:17 51 1 0 Mohon Tunggu...

Eropa memang sudah menjadi kiblatnya sepakbola di seluruh dunia, pemain hebat dan terkenal sudah pasti mau meruput di daratan eropa. Liga-liga eropa merupakan liga terbaik dan professional yang ada di dunia, contohnya liga inggris, liga spanyol, liga italia, liga jerman, liga perancis dan liga lainnya. UEFA sebagai yang menaungi liga-liga sepakbola di eropa semuanya merupakan lembaga sepakbola tertinggi di eropa.

UEFA selalu menerapkan aturan dan ketentuan yang selalu diperbarui sesuai zaman yang berkembang. Seperti penghargaan UEFA Players of the years, penghargaan ini di dapuk untuk pemain sepakbola yang bermain di liga eropa dan bermain baik selama satu musim penuh dan pastinya hampir rata-rata mendapatkan trofi bergengsi eropa. Salah satunya ialah trofi liga champions. Trofi si kuping besar satu ini menjadi dambaan setiap pemain manapun, pasalnya selain trofi bergengsi, ini juga bisa menstimuluskan pemain untuk menaikkan level mereka. Pemain sekarang tak segan untuk pindah ke tim elit di eropa demi mendapatkan trofi champions.

Lalu apakah pemilihan UEFA Players of the years selalu dari pemain yang mendapatkan liga champions ? ya sejak era persaingan Ronaldo dan Messi hampir rata-rata pemain yang mendapatkan gelar ini selalu yang menjadi juara champions. Ini seperti tak adil ketika seorang pemain sudah berhasil membawa tim sampai ke final lalu kurang beruntung kalah di final. Hal seperti ini yang menjadi sorotan dalam dunia sepakbola. 

Apakah seorang pemain harus bisa mendapatkan trofi bergengsi terlebih dahulu agar bisa mendapatkan penghargaan individu. Memang secara harfiah bisa dikatakan seperti itu, tetapi harus ada faktor lain yang bisa mengubah persepsi tentang hal ini. Contohnya, ketika Cristiano Ronaldo pindah dari Real Madrid ke Juventus

Apakah dampak dari pindahnya sang mega bintang ini? sangat banyak dan terasa sekali, minat penonton liga spanyol menjadi turun, lalu liga italia menjadi lebih menarik dan bangkit lagi setelah kedatang Ronaldo ke liga Italia. Ada hal lain lagi di Juventus sendiri efek Ronaldo sangat terasa ketika Ronaldo bermain dan tidak dan pastinya dari segi bisnis dan ekonomi Juventus makin menaik.

Seorang Virgil Van Dijk menyabet dobel penghargaan yaitu bek terbaik dan pemain terbaik eropa. Untuk bek terbaik memang selama musim 2018-2019 bek yang satu ini merupakan bek terbaik di eropa dengan membuat rekor tidak pemain yang mampu mendribling dia sepanjang permainan. Tapi apakah layak diganjar sebagai pemain terbaik? Mungkin ini yang menjadi pro dan kontra dari jurnalis dan pengamat sepakbola eropa dan dunia. 

Tapi dalam segi membela negara dia kalah dengan Cristiano Ronaldo, Virgil gagal mengantarkan Belanda merengkuh trofi Uefa Nations League setelah kalah oleh Portugal 1-0. Memang kompetisi ini tak sementereng uero cup atau piala dunia. Kompetisi ini menggantikan sebagian pertandingan persahabatan di eropa dn UEFA membuat kompetisi agar semakin kompetitif dan menarik.

Banyak indikasi dan kecurigaan dunia luar atau orang-orang banyak terhadap UEFA, komite sepakbola eropa ini menjadi topik hangat sejak presiden UEFA Michael Platini terjerat kasus suap, belum lagi permasalahan tentang kompetisi UEFA Champions league yang tidak lepas dari tuduhan kecurangan dan skandal. Namun untuk ke depannya UEFA telah merubah total sejak kepimpinan yang baru dari seorang Alexsander Ceferin.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x