Mohon tunggu...
Julius Deliawan
Julius Deliawan Mohon Tunggu... Guru - https://www.instagram.com/juliusdeliawan/

Guru sejarah, yang mencintai dunia tulis menulis. Menaruh minat pada soal-soal kepemimpinan, pengembangan sumber daya manusia, sosial, budaya dan pertanian. Punya obsesi mengembangkan pendidikan yang memerdekakan, menerbitkan buku dan menjadi petani. Untuk perkenalan lebih lanjut, dapat ditemui di : juliusdeliawan@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Menemukan Makna dari Perpisahan

20 Juni 2022   20:17 Diperbarui: 20 Juni 2022   20:36 358 14 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
saat berpisah ; Koleksi pribadi

Perpisahan, membuat kita teringat, bagaimana perjumpaan terjadi. Satu persatu, rekaman ingatan itu muncul di kepala. Seperti membongkar gudang dan menemukan banyak berkas, yang barangkali telah sekian lama tertimbun dan berdebu. Tapi disaat-saat seperti ini, berkas debu itu menjadi berisi banyak cerita yang ingin rasanya diungkapkan.

Memandang kembali satu persatu, mereka yang pernah singgah dan mewarnai kehidupan kita. Menorehkan banyak bekas diingatan. Itulah yang terjadi pada saya satu dua hari ini. Berpisah setelah ada begitu banyak waktu bersama.

Kisah ini bermula, ketika saya memantapkan diri menjadi seorang guru di Jakarta. Meski awalnya gamang. Tetapi kegamangan bukan berarti lantas kehidupan ini berhenti, semesta berputar dan faktanya memang saya pada akhirnya benar-benar menjadi seorang guru di sebuah sekolah yang berada di Jakarta Pusat.

Di tempat inilah saya bertemu dengan teman-teman hebat. Mereka tidak pernah menganggap saya anak bawang, meski minim pengalaman. Bersama mereka, para guru rekan kerja itu, saya tertempa. Meski siapapun tahu, tidak semuanya manis. 

Tetapi sekali lagi, ini bukan semata-mata rasa, tetapi tempa. Proses pembentukan, meski itu bukan berarti, saya hari ini sudah menjadi saya yang ideal dalam banyak hal. Karena, bersama mereka saya semakin memahami bahwa belajar sepanjang hayat itu nyata adanya.

Waktu, membuat banyak perubahan. Satu persatu, rekan yang bersamanya saya membangun kenangan di tempat ini pergi. Pensiun, pindah tugas, dan menghadap Sang Khalik.  Saya masih disini, menyambut mereka yang datang menggantikan. Membangun kenangan baru, berharap menyenangkan, agar saya lebih keras tertawa saat mengenangnya.

Semakin hari, bagi saya sekolah tempat kerja ini adalah ruang interaksi yang memberi banyak makna. Belajar bagaimana mencintai, melepaskannya pergi, menangisi, mentertawakan, mencela, dan masih banyak lagi. Ini berlangsung dari hari kehari, hingga akhirnya berada di satu titik, dua puluh satu tahun.

tetap ceria meski akan berpisah ; koleksi pribadi
tetap ceria meski akan berpisah ; koleksi pribadi

Bukan angka istimewa, tetapi setidaknya di dunia kerja bisa jadi penanda berapa kali saya mendapatkan bonus. Meski bukan segala-galanya, tetapi keberadaannya penting. Karena itu pula yang membuat saya punya modal melangkah ke rumah calon mertua saat itu.

Sebelumnya, sayalah yang memandang punggung teman-teman meninggalkan tempat ini. Kali ini, sayalah yang melakukannya. Tidak semudah seperti yang terlihat ternyata, tetapi bukan berarti itu semuanya lantas tidak terjadi. Sama ketika saya memulai, gamang, begitu pula saat ini ketika saya akan mengakhiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan