Mohon tunggu...
Lisa Calista
Lisa Calista Mohon Tunggu... Murid SMA yang aktif ikut organisasi dan suka mencoba hal baru yang kreatif :)

Saya suka baking, diy, lihat-lihat design, membaca biografi orang sebagai inspirasi, travelling. Learning is endless, and experience is the best teacher.

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Gak Penting! Tips 101 yang Kamu Butuhkan untuk Bisnis Sukses

29 Juni 2021   10:45 Diperbarui: 29 Juni 2021   11:04 103 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gak Penting! Tips 101 yang Kamu Butuhkan untuk Bisnis Sukses
Sumber foto: iWebContent

Ga penting tapi butuh? Maksudnya apa, sih? Baca aja dulu, nanti nyesel kalo lewat :)

Eh terjebak! Kok kamu visit sih? Kan ditulis "Ga penting!"

Marketing atau promosi ga jauh dari maksud caper alias cari perhatian. Seperti judul di atas, "Ga penting!" dan "kamu butuhkan" sangat lah bertabrakan. Memang sengaja, agar cari perhatian, hehe..

Sebenernya apa sih yang bikin potential customer jadi real customer? Potential customer bisa aja tau kita dari iklan di jalan, sosmed, atau media lainnya. Dia memang pada dasarnya tertarik atau mau beli, jadi dia betul-betul cari. Tapi kan carinya ga cuma kita, ada sekian banyak opsi yang bakal ditembak jadi pilihan dia.

Nah karena itu, dibutuhkan lah namanya INTERAKSI. Yang saya bahas untuk saat ini cuma interaksi saat pandemi, ya. Bisa chat, telpon, pokoknya ada sosialisasi personal kita sama orang itu. Dan ga bisa cuma sekali, lalu end. Pasti ada timbal balik berulang kali yang akhirnya BANGUN KEPERCAYAAN dia sama kita sampe DEAL. Sebenernya promosi seperti bikin stand juga bisa, tapi kurang cocok aja untuk saat ini.

Interaksi sebenernya ada banyak, iklan pun termasuk interaksi. Sayangnya si iklan ini sifatnya pasif, numpang lewat gitu aja. Dilihat sih iya, tapi setelahnya si penglihat kurang perhatian, apalagi kalo lagi ga butuh. Makna "butuh" semakin hari juga semakin luas. Kita pake studi kasus dagang baju sebagai contoh, deng. Si A yang demen belanja baju memang "butuh" belanja baju, supaya happy karena baru gajian. Si B yang orangnya minimalis cuma mau beli baju kalo udah jelek. Si C beli baju demi bisa bergaul sama teman-teman arisannya, atau biar bisa #cariperhatian waktu pesta. Selain tiga ini? Masih banyak lagi sih, tapi stop sampe sini dulu, ya..

Oke, balik ke topik. Interaksi yang paling efektif itu biasanya lewat chatting atau telpon langsung. Telpon langsung? Jadul amet sih, yakin masih ampuh? Jawabannya IYA! Ingat gengs, telpon itu sifatnya personal, tapi reseknya paling menguras waktu. Kalo telpon kan harus jawab langsung di saat itu, kecuali dimatikan, ya. Itu harus ditelpon lagi di lain waktu. Cara real-time seperti itu biasanya bikin orang gercep untuk tanya-tanya tentang produknya lebih jauh.

Dari pengalaman saya, chatting paling banyak itu lewat WhatsApp. Pertama, karena hampir semua orang punya. Kedua, karena rata-rata anak muda dan orang tua punya WhatsApp yang lebih aktif dibandingkan dengan Line atau sosmed lainnya. Dan yang terakhir, gara-gara fitur WhatsApp cukup lengkap untuk kirim foto, file pdf (untuk katalog), sama kasih efek teks seperti *bold*, _italic_, ~strike~ dengan mudah. Ditambah kalo pake WhatsApp Business, kita bisa pajang jam buka, website, bahkan juga bisa post katalog dan iklanin masing-masing produk kamu.

Ohya, kalo mau iklan di WhatsApp juga sebaiknya jangan broadcast secara general. Kenapa? Kurang #cariperhatian :) Coba mulai dengan menyapa orang itu, se-simple mungkin seperti bilang "Halo", "Hai", "Selamat pagi", disambung dengan nama orang itu. Perkenalkan diri juga, nama kamu dan dari mana asalmu (nama toko atau tempat kerja).

Nah, satu keuntungan lagi nih kalo pake WhatsApp. Berhubung ini media gratis, maksudnya gratis mau kirim chatnya seberapa panjang, gratis kirim ke seberapa banyak contacts kamu, ini trik paling jitu. Jangan lupa kirimkan juga Google Maps lokasi bisnis kamu, website bisnis kamu, atau link ke toko online kamu di marketplace.

Dengan adanya hyperlink di chat, si potential customer bakal lebih penasaran dan mau cari tau bisnis kamu. Masa sih? Coba nanti buka Google MyBusiness dan cek Insights bisnis kamu, pasti meningkat :)

Teruntuk yang belum tau Google MyBusiness, Google MyBusiness adalah software Google yang bisa lacak jumlah telpon ke bisnis kamu, jumlah kunjungan ke website kamu, dari potential customer maupun kompetitor yang lihat bisnis kamu di Google.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN