Mohon tunggu...
Zahrotul Mujahidah
Zahrotul Mujahidah Mohon Tunggu... Guru - Jika ada orang yang merasa baik, biarlah aku merasa menjadi manusia yang sebaliknya, agar aku tak terlena dan bisa mawas diri atas keburukanku

Guru SDM Branjang (Juli 2005-April 2022), SDN Karanganom II (Mei 2022-sekarang) Blog: zahrotulmujahidah.blogspot.com, joraazzashifa.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Karya Wisata dan Kemampuan Literasi Anak SD: Dolan Sambil Belajar

6 Oktober 2022   14:20 Diperbarui: 6 Oktober 2022   14:39 654
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bangunan Monjali dilihat dari sisi timur. Dokpri 

Di objek wisata terakhir, Kebun Binatang (Bonbin) Gembira Loka, para siswa lebih santai. Mereka hanya belajar mengenai satwa yang dikoleksi Bonbin ini.

Berwisata ke Bonbin ini ada guyon kalau wisatawan "tilik saudara". Artinya menjumpai nenek moyang manusia, menurut Teori Darwin. Kenapa demikian? Karena di sini satwa yang khas adalah monyet. Ya, meski koleksi satwa lain seperti burung, reptil dan sebagainya juga banyak di sana.

Meski hujan gerimis mewarnai perjalanan keliling Bonbin, para siswa dan guru pendamping tentunya bisa menikmati suasana dengan kereta odong-odong dan perahu. Untuk menikmati itu, semua harus bergantian dan antri dengan pengunjung lainnya.

Selepas mengikuti karya wisata, tentunya siswa diminta untuk membuat laporan. Tujuan dari pembuatan laporan ini sangat banyak. Pertama, membuat siswa benar-benar fokus untuk memperhatikan segala hal yang ada di lokasi tempat wisata. Jadi, mereka dolan sambil belajar.

Kedua, melatih para siswa untuk berliterasi, terutama dalam hal menulis. Menjadi rahasia umum bahwa siswa pasti banyak cerita dari apa saja yang dilihat dan dirasakan. Mereka akan heboh waktu saling bercerita tentang pengalamannya masing-masing. Kesemuanya dituangkan dalam bentuk tulisan.

Bagi sekolah, karya-karya ini bisa masuk dalam kategori proyek yang ada dalam kurikulum merdeka. Jadi, para siswa diajak untuk membuat karya sesuai kemampuan. Kemudian karya ini bisa dipamerkan pada akhir semester atau akhir tahun ajaran.

Sedangkan bagi guru, penyusunan laporan ini menjadi tantangan yang cukup besar. Apakah tantangan itu? 

Dalam penyusunan laporan, para siswa tetap harus dibimbing guru. Mulai dari penulisan halaman judul. Kemudian kerangka tulisan sederhana juga disiapkan oleh guru.

Itulah yang saya lakukan pada hari Senin, 3 Oktober 2022. Saya membimbing para siswa kelas IV untuk membuat karya tulis sederhana itu. Karena sarana TIK terbatas, maka saya mempersilakan siswa menulis tangan saja laporan mereka.

Jangan dibayangkan kalau laporannya akan rapi seperti buatan siswa tingkat atas atau mahasiswa loh ya. Akan sangat jauh beda. Sangat sederhana. Apalagi ada siswa yang berkebutuhan khusus. Namun, apapun hasilnya harus diapresiasi.

Beberapa laporan karya wisata, tulisan para siswa. Dokpri 
Beberapa laporan karya wisata, tulisan para siswa. Dokpri 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun