Mohon tunggu...
Yohanes DonboscoLobo
Yohanes DonboscoLobo Mohon Tunggu... Pegiat Literasi dan Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku

Guru di SMA Negeri 2 Kota Mojokerto Jawa Timur

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama Pilihan

Ada Kebaikan dalam Diri Sahabatku yang Berbeda Agama

29 November 2020   05:54 Diperbarui: 29 November 2020   06:03 142 11 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ada Kebaikan dalam Diri Sahabatku yang Berbeda Agama
Natalia Ais Walinono

Menguatnya perilaku intoleransi di negeri ini ternyata tidak mengubah persepsi Natalia murid saya yang sedang mengenyam pendidikan di SMA Negeri 2 Kota Mojokerto tentang sabahatnya yang berbeda agama. Saya mencoba menghadirkan pengalaman Natalia kepada sahabat kompasiana tentang bagaimana ia sebagai seorang penganut Katolik memotret perbedaan agama di sekolah tersebut.

Shalom !. Namaku Natalia Ais Walinono biasanya dipanggil Natalia atau Talia. Ayah saya asal dari Pulau Timor NTT dan ibu dari Jawa (Mojokerto). Saya lahir di Mojokerto pada 29 Desember 2003. Kami hanya dua bersaudara dan semuanya perempuan. Mbakyu saya sudah kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Kota Pahlawan, Surabaya. Sebelumnya saya menempuh pendidikan di SMPN 2 Kota Mojokerto. Banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan dan kesan indah yang tak mudah ditanggalkan begitu saja ketika berada selama tiga tahun di sekolah yang berada di jalan Ahmad Yani itu.

O ya, SMP Negeri 2 adalah sekolah yang memiliki nilai sejarah, selain karena bangunannya merupakan peninggalan Belanda juga menjadi tempat belajar bagi Presiden pertama kita Ir.Soekarno mengingat beliau pernah tinggal selama kurang lebih 9 tahun di Kota Mojokerto. SMPN 2 kala itu merupakan sekolah Eropa di Mojokerto. Sekolah ini memang dikhususkan untuk menampung siswa Belanda. Kalaupun ada warga pribumi, itu hanya diperuntukkan bagi keturunan priyai.

Setelah lulus dari SMP saya memutuskan untuk meneruskan pendidikan di SMAN 2 Kota Mojokerto. Beberapa alasan yang mengantarku untuk melanjutkan studi di sekolah tersebut antara lain; pertama, untuk area kota, sekolah ini dikenal lebih unggul dari lembaga pendidikan lainnya. Kedua, sekolah Adiwiyata mandiri yang pastinya akan memberi kesan baru bagi saya, karena dari mulai TK hingga SMP saya tidak pernah bersekolah di sekolah Adiwiyata. 

Ketiga, sekolahnya  bersih,luas dan keempat memiliki sistem yang berbeda dari sistem pendidikan di SMA mojokerto lainnya, menggunakan SKS atau satuan kredit semester. 

Awalnya saya ragu untuk memilih SMA ini karena menurut pendapat teman-teman, sistem SKS itu sangat berat. Bukan hanya dituntut untuk bisa menguasai materi tapi kita juga harus belajar semua materi secara mandiri. Kendati berat saya justru bersemangat dan ingin bersekolah di SMAN 2 agar diperguruan tinggi nanti lebih sudah siap dan matang jika dibandingkan dari siswa lainnya.

etelah menjalani serangkaian ujian di tingkat SMP, akhirnya saya memperoleh nilai yang memuaskan dan sesuai dengan harapan. Bermodal nilai itulah akhirnya dalam tahap seleksi saya bisa lolos dan diterima di SMA 2 ini. 

Kesan pertama ketika menginjakkan kaki pertama di sekolah favorit antara lain; sangat senang karena sesuai dengan ekspektasi sebelumnya. Hal yang berbeda yang dijumpai di sekolah ini adalah areanya sangat luas dan memiliki pepohonan yang banyak. Pohon yang ada disekliling sekolah memiliki manfaat yang sangat banyak, misalnya membuat udara jadi lebih segar, penyaring udara di bumi, mengurangi paparan sinar Ultra Violet pada kulit, mengurangi dampak perubahan iklim, mencegah polusi air, menambah cadangan air tanah, mencegah banjir dan masih banyak lagi.

Saya memiliki teman baru yang baik, mudah diajak berdiskusi dan berjumpa dengan bapak, ibu guru yang ramah . Pengalaman kebaikan itulah yang mampu meringankan beban SKS yang semula terasa sangat berat. Kini menjadi enteng karena saya bisa menyelesaikan tuntutan akademis sesuai dengan target yang diharapkan.

Kata orang saat SMA adalah masa-masa yang paling indah karena kita akan menjalani sesuatu yang baru dengan teman-teman yang beranjak dewasa dan kita juga memulai menentukan masa depan kita. Akan jadi apa kita kedepannya, dan saya berharap di SMA 2 ini saya bisa berkembang menjadi pribadi yang lebih baik demi masa depan saya.

Selama dua tahun berada di SMA Negeri 2, cukup banyak cerita yang menyenangkan maupun yang membuatku sedih . Andaikan dibuat perbandingan, memang lebih banyak kisah menyenangkan dibandingkan dengan cerita-cerita pilu. Beberapa pengalaman yang membuat hatiku senang adalah pertama kali mengikuti Olimpiade Geografi . 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x