Mohon tunggu...
Johan Yan
Johan Yan Mohon Tunggu... -

JOHAN YAN seorang motivator budaya kelahiran medan 7 juli 1974, mengenyam pendidikan arsitektur S1 Universitas Kristen Petra, pemegang 6 rekor MURI dalam 3 tahun berturut turut memotivasi 518 direktur 4073 manager, pengarang buku "poor is sin", Pria keturunan tionghua ini juga mendapat penghargaan gelar pangeran kehormatan dari Pakubuono XIII solo dalam bidang kebudayaan pada tahun 2012, Pada tanggal 19 mei 2012 Johan Yan dianugerahi kehormatan sebagai 10 orang berpengaruh dibidang budaya di indonesia. The Outstanding Young Persons (TOYP) yang di gagas oleh Junior Chamber International (JCI) sebuah organisasi kepemudaan Perserikatan Bangsa Bangsa.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Dahlan dan Yan I Ciu sama saja

5 September 2013   13:49 Diperbarui: 24 Juni 2015   08:19 1897 9 12
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
1378373584729839813

ini papa saya, cucu Yan I Ciu

ini mungkin tulisan saya yang paling singkat, judulnya pun awur awuran, sepelintasan saja diotak saya "Dahlan dan Yan I Ciu sama saja" tetapi ini tulisan yang paling berat sekaligus yang paling panjang karena untuk menulis . 504 kata dibawah ini dibutuhkan 4 generasi kehidupan, dari kakek buyut saya hingga pada kehidupan saya. Tulisan 2 alinea utama ini saya tulis untuk menjelaskan semangat seorang Dahlan Iskan "Teladan lebih dari kata kata" yang acap kali sulit dimengerti oleh kebanyakan orang dewasa ini. saya berfikir bahwa tulisan ini adalah pelengkap terbaik tulisan saya dikompasiana tentang "INILAH 7 ULAH MEMALUKAN DAHLAN ISKAN" http://politik.kompasiana.com/2013/09/03/inilah-7-ulah-memalukan-dahlan-iskan-589387.html CURHAT : 5 September 2013 Ada sebuah cerita pada waktu Dahlan Ganti hati, beliau bergumun "“begitu banyak orang mendo’a kan saya dengan do’a yang panjang-panjang untuk kesembuhan saya ganti hati, tapi itu tidak saya lakukan. Saya hanya berdo’a se-simpel mungkin”setelah operasi Ganti hati itu berhasil diatas ranjang operasinya, ketika mata mya pertama kali terbuka melihat cahaya kembali, seorang Dahlan berdoa "saya akan mewakafkan diri saya untuk pengabdian kepada Negara, karena itu adalah bentuk syukur saya kepada Allah SWT” doa yang sederhana, bukan janji muluk muluk yang dilontarkan ke media, yang dilakukan hanya berdoa dengan teladannya. Bagaimana kita dapat memahami jalan pikiran seorang DAHLAN ISKAN  untuk "berdoa dengan teladan?" bahwa "Teladan lebih kuat dari kata kata"? berikut ijinkan saya JOHaN YAN membawa anda 64 tahun mundur kebelakang, untuk berkisah tentang kakek buyut saya bernama YAN I CIU adalah kakek buyut saya dari marga Yan, berasal dari Tiongkok kuang Cou, sebagaimana DAHLAN ISKAN, YAN I CIU lahir pun dari keluarga miskin lari ke singapura ditolak suaka politik dan lari ke Indonesia (di kota padang) bekerja sebagai kuli kasar selama beberapa tahun lalu pindah ke Batang toru sebagai tukang kayu, tukang rokok dan pada akhirnya mengumpulkan uang sedikit demi sedikit lalu buka perkebunan karet, lalu bekerja sebagai pedagang karet di singapura naik kapal, lalu pulang sebagai pedagang kurma pada tahun 1949, inggris masuk indonesia, dan pemerintah soekarno meminta kakek buyut saya, Yan I Ciu bantu perjuangan kemerdekaan, apa yg dilakukan kakek buyut saya? Dia tidak membalas surat Soekarno tetapi dia lariiiii dengan membawa obor besar pergi keperkebunan karet Dia BAKAR SEMUA KEBUN KARETNYA sehingga tercipta lautan api berhari hari, jembatan batang toro ke padang sidempuan terputus dan terbakar habis, sehingga belanda dan inggris tidak bisa masuk, kakek buyut saya adalah Veteran Tionghua untuk bangsa ini. Beliau meninggal di medan. Pada usia 76 tahun dengan membawa segenggam karet yg terbakar ditangan kanannya,.... Bagi seorang YAN I CIU "teladan lebih kuat dari kata kata" Saat ini papa saya kena stroke dengan suara pelat, beliau bercerita, cerita inilah yang membakar semangat Dahlanis dalam dada saya, cerita ini pula yang membuat saya selalu berfikir untuk melestarikan dan menyelamatkan Benda cagar budaya bangsa ini, bangsa yang memberi makan kami sekeluarga, bangsa yg sudah dibela dengan karet bakar oleh kakek buyut saya YAN I CIU sang Dahlanis sejati, mungkin pada waktu itu seorang Dahlan Iskan belum terlahir bagi bangsa Ini, tetapi semangat dan karakter "teladan lebih dari kata kata" sudah ada, dan itu karakter asli Indonesia, jangan pernah malu dengan karakter yang membanggakan ini, karakter seorang Dahlanis, saya yang bersaksi : JOHAN YAN. Saya bangga menjadi seorang Dahlanis DEMI INDONESIA. bagi saya Dahlan dan Yan I Ciu sama aja. bagaimana menurut anda? Catatan penulis : Cerita "Dahlan dan Yan I Ciu sama saja"  ini akan bawakan oleh penulis dalam Pertemuan Keluarga Marga YAN se Indonesia di kota Semarang pada tanggal 3 November 2013 nanti, Pada Pertemuan keluarga YAN tersebut penulis adalah pembicara utama. DAHLAN ISKAN NEKAT : http://politik.kompasiana.com/2013/08/24/new-hope-berlarilah--586734.html 13 RAHASIA TERLARANG DAHLAN ISKAN : http://politik.kompasiana.com/2013/08/29/13-rahasia-terlarang-dahlan-iskan-588159.html DAHLAN ISKAN VS JOKOWI http://politik.kompasiana.com/2013/09/01/dahlan-iskan-vs-jokowi-588734.html

Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan