Mohon tunggu...
Kavya
Kavya Mohon Tunggu... Penulis - Menulis

Suka sepakbola, puisi dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Seni Pilihan

Irwan Abu Bakar Menjaga Titian Sastra Malaysia

24 Desember 2022   07:09 Diperbarui: 24 Desember 2022   17:55 533
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
GLP ketika tampil di XT Square, Yogyakarta bersama Mahmud MD (kini Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan) - Dok. pribadi

 "Aku bangunkan portal eSastera.com pada 2002 dan membukanya kepada orang awam untuk menyiarkan karya mereka masing-masing. Tidak banyak portal/website sastera berbahasa Melayu pada masa itu." .

"Pada masa itu, internet masih belum meluas digunakan di kebanyakan negara di rantau Asia, termasuk Malaysia."

"Kemudiannya aku bangunkan gerakan sosial sastera (Persatuan Aktivis E-sastera Malaysia) dan tubuhkan syarikat untuk menerbitkan buku-buku sastera (Esastera Enterprise)."

"e-Sastera lahir semasa aku sudah tamat mendapat ijazah PhD. Sudah berkahwin dan mempunyai tiga empat orang anak. Pada masa itu, Internet baru berkembang di dunia sebelah sini," tambahnya sambil tertawa.

Ia memang suka bercanda, membumi dan dekat dengan siapapun. Senyumnya tak pernah lepas saat bertemu dengan para penulis dari segala usia.


Sukun

Ketika mengunjungi SMP Negeri 4 Sukoharjo, Jawa Tengah ia melayani permintaan para siswa untuk berfoto bersama. Bahkan oleh-oleh buah Sukun yang diberikan sekolah itu dibawanya pulang ke Kuala Lumpur. Sukun yang bagi rombongan Prof. Irwan merupakan buah yang baru pertama mereka lihat, dan begitu enak saat digoreng, disajikan bagi para tamu negeri jiran itu.

"Itu kehormatan bagi kami, dan sangat mengesankan. Sukun itu sekitar 2 kg beratnya, saya bawa pulang sebagai kenang-kenangan, meski lebih berat dari 10 novel "Meja 17" yang baru terbit," kenangnya sambil tersenyum.

Prof.Irwan saat tampil di salah satu televisi swasta Yogyakarta (Foto: Youtube)
Prof.Irwan saat tampil di salah satu televisi swasta Yogyakarta (Foto: Youtube)
Prof.Irwan memang saat itu meluncurkan novel anti plot berjudul "Meja 17" edisi Bahasa Indonesia, yang diterbitkan oleh EsMe (E-Sastera Manajemen Enterprise, 2014), Jakarta.

Novel itu merupakan serial dengan berbagai judul tapi tetap dengan kata "Meja 17". Pertama kali diluncurkan dengan judul Cinta Berbalas di Meja 17 (Kuala Lumpur: Esastera Enterprise, 2008). Edisi-edisi berikutnya   diberi judul Meja 17 (Kuala Lumpur: Esastera Enterprise, 2012, 2015, 2016, dan 2018).

Novel keduanya berjudul 30 Februari yang diterbitkan di Indonesia (Cilegon: Gaksa Enterprise, Mei, 2018).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Seni Selengkapnya
Lihat Seni Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun