Mohon tunggu...
Johan Japardi
Johan Japardi Mohon Tunggu... Penerjemah, epikur, saintis, pemerhati bahasa, poliglot, pengelana, dsb.

Lulus S1 Farmasi FMIPA USU 1994, Apoteker USU 1995, sudah menerbitkan 3 buku terjemahan (semuanya via Gramedia): Power of Positive Doing, Road to a Happier Marriage, dan Mitos dan Legenda China.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Pengamalan Sila ke-4 dalam Rukun Tetangga

4 Juni 2021   03:00 Diperbarui: 4 Juni 2021   07:11 229 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pengamalan Sila ke-4 dalam Rukun Tetangga
Sumber: Sumber: https://psychology.binus.ac.id/2019/12/20/sampling-techniques-part-2-representative-sampling/

Sampel Perwakilan.

Sila ke-4 Pancasila, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, jika hanya disimak sekilas, seakan pengamalnya terbatas pada perwakilan, yang hanya sebuah fraksi yang sangat kecil (minute fraction) dari lebih 270,20 juta jiwa penduduk Indonesia,
namun kata kunci dalam sila ini adalah "Kerakyatan" itu sendiri.

Pemimpin dari seluruh rakyat Indonesia adalah perwakilan ini melalui permusyawaratan, yang lebih penting ketimbang perwakilan, sehingga kesepakatan bangsa Indonesia yang tertuang dalam sila ke-4 ini meletakkan kata "perwakilan" setelah sebuah garis miring yang mengikuti kata "permusyawaratan." Sungguh sebuah hasil permusyawaratan yang luar biasa.

Dalam artikel ini saya tidak membahas tentang hal ihwal yang terkait dengan belum diamalkannya sila pertama s/d sila ke-3.

Rakyat
Idealnya, seluruh atau setidaknya mayoritas rakyat Indonesia sudah mengamalkan (setelah lebih dulu menghayati) sila pertama s/d sila ke-3 sebelum mengamalkan sila ke-4 ini. Keadaan ideal inilah yang mendasari pemilihan perwakilan yang benar, bisa dipercaya, terbuka dengan rakyat yang diwakili, dan cerdas, lihat uraian 4 sifat ini dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Kompasianer Laga Yant.

Perwakilan
Idealnya juga, sebuah perwakilan yang telah dipilih oleh rakyat yang sudah mengamalkan sila pertama s/d sila ke-3 juga merupakan orang-orang yang dalam hidup sehari-hari mengamalkan Pancasila, sehingga semakin bisa mewujudkan sila ke-5, sila puncak dari Pancasila, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Keadaan ideal ini harus tetap dipertahankan oleh wakil-wakil rakyat dengan memastikan bahwa diri mereka tidak terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan yang melanggar Pancasila, sampai berakhirnya periode tugas mereka.

Contoh Pengamalan Sila ke-4
Dalam sebuah Rukun Tetangga (RT) terdapat seorang pak RT (dalam bahasa sehari-hari disebut RT juga), pengurus RT, dan jajaran pendukung lain, sebuah perwakilan yang dipilih oleh seluruh warga RT.

Sehari-harinya, perwakilan warga RT ini menjalankan tugas yang pada pokoknya untuk mewujudkan keadilan sosial dalam ruang lingkup RT, antara lain kerukunan warga, kebersihan lingkungan, program-program dari dan untuk warga, misalnya pembuatan lapangan serbaguna, penggantian lampu jalan yang rusak, keamanan warga, bantuan kepada warga yang membutuhkan bantuan, tertimpa musibah, dll.

Kebutuhan warga RT ini dipenuhi melalui iuran rutin dan iuran non-rutin, misalnya untuk pembuatan lapangan serbaguna yang saya sebutkan di atas, maupun kontribusi pribadi warga, misalnya sumbangan baju seragam satpam, mesin fogging, sarana untuk berolahraga, atau bahkan makanan dan minuman untuk satpam, yang disediakan secara bergiliran.

Dalam kata sambutan pembukaan halalbihalal yang saya uraikan dalam artikel saya: Ku Tak Sendiri, Bersama Itu Indah, Tetanggaku adalah Saudaraku, pak RT kami memberikan paparan singkat tentang dinamika sosial dalam RT yang beliau pimpin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN