Mohon tunggu...
Johan Japardi
Johan Japardi Mohon Tunggu... Penerjemah, epikur, saintis, pemerhati bahasa, poliglot, pengelana, dsb.

Lulus S1 Farmasi FMIPA USU 1994, Apoteker USU 1995, sudah menerbitkan 3 buku terjemahan (semuanya via Gramedia): Power of Positive Doing, Road to a Happier Marriage, dan Mitos dan Legenda China.

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Makan Siang di Restoran Durgin Park: Sebuah Pengalaman yang Hampir Mustahil Bisa Diulang

13 Mei 2021   02:58 Diperbarui: 13 Mei 2021   03:01 102 4 2 Mohon Tunggu...

Pasar Quincy dimana Restoran Durgin Park Berada, Oktober 2001. Foto hasil pemotretan dengan kamera analog ini baru saya scan setelah 20 tahun disimpan.

Oktober 2001, saya berkesempatan mengunjungi Boston dan Cambridge, keduanya di Negara Bagian Massachusetts, Amerika Serikat. Agenda utama saya di Cambridge adalah melihat kampus Institut Teknologi Massachusetts (Massachusetts Institute of Technology/ MIT) dan Universitas Harvard ((di sini sub-agenda utama saya adalah melihat Rak Lima Kaki Dr. Eliot, lihat artikel saya: Reminisensi, Mengunjungi Universitas Harvard dan Memberikan Pembelajaran kepada Seorang Mahasiswi tentang Kearifan Indonesia, dan Klasika Universal Harvard (Rak Lima Kaki Dr. Eliot)).

Cambridge bisa dicapai dengan menyeberangi Jembatan Longfellow dari Boston, dengan total jarak tempuh hanya 3 km dan waktu tempuh 10 menit dengan mobil.

Catatan:

1. Jembatan Longfellow dinamai menurut nama Henry Wadsworth Longfellow, seorang penyair dan pendidik Amerika yang lahir di Portland, Maine (bedakan dengan Portland di Negara Bagian Oregon)

2. Enam negara bagian di AS dikelompokkan ke dalam Inggris Baru (New England) karena imigran yang pertama kali menempati wilayah-wilayah ini berasal dari Inggris, sehingga banyak kota yang dinamai persis sama dengan kampung halaman mereka di Inggris, misalnya: Manchester di Negara Bagian New Hampshire. Keenam negara bagian tersebut adalah: Connecticut, Maine, Massachusetts, New Hampshire, Rhode Island, dan Vermont. Saya sudah pernah mengunjungi New England, kecuali Rhode Island.

Tentang kunjungan saya ke Cambridge sudah saya ceritakan dalam 2 artikel di atas. Agenda kunjungan saya ke Boston antara lain ke Pasar Quincy dan Restoran Durgin Park yang berada di pasar itu. Sayang, sekarang saya hanya menemukan foto-foto saya di Pasar Quincy.

Durgin Park adalah sebuah restoran yang berdiri sejak 1827, berarti usianya pada 2001 adalah 174 tahun atau hampir 2 abad.

Keunikan restoran ini adalah dapurnya yang berada persis di tengah-tengah pengunjung dari keempat sisinya, dan makanan khas (signature food)-nya adalah sup krim kepah (clam chowder), kepahnya ditangkap dari perairan New England. Keunikan utama restoran kuno adalah di depan pintu masuknya terpampang sebuah papan bertuliskan: Durgin Park, tempat dimana kakek dari kakek dari kakek..... buyut Anda biasa bersantap (Durgin Park, the place where your great great great..... grand father used to dine).

Sungguh sangat disayangkan, 18 tahun setelah saya kembali ke Indonesia, pada 3 Januari 2019 (usia Durgin Park yang ke-192 tahun), para pemiliknya mengumumkan bahwa mereka akan menutup bisnis ini secara permanen pada 12 Januari 2019, namun cabangnya di Bandara Internasional Logan Boston tetap dibuka.

Jadi mustahil saya bisa mengunjungi restoran yang di Pasar Quincy ini lagi, kecuali jika dibuka kembali oleh pemilik lain, atau hanya bisa ke cabangnya yang di Bandara Internasional Logan Boston. Sungguh satu lagi pengalaman langka saya.

Jonggol, 13 Mei 2021

Johan Japardi

VIDEO PILIHAN