Joko Martono
Joko Martono penulis lepas

belajar memahami hidup dan kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Politik

Penenggelaman Kapal Pencuri Ikan, Simbol Harga Diri Bangsa

13 Januari 2018   17:22 Diperbarui: 13 Januari 2018   17:56 543 24 8

Kontroversiyang menjurus pro-kontraatas penenggelaman kapal-kapalasinghasil sitaandaripara pencuri ikan di perariran Indonesia masih menarik untuk dibahas. Di satu sisiada pihakberpendapat bahwa penenggelaman kapal itu perlu dihentikan, lebih baik kapal-kapan sitaan tersebut diberikan kepada para nelayan untuk melautatau mencari ikan.

Pada sisi lain, tanggapanpro-kontra kemudianmereda setelahmunculpenjelasan seperti dikatakan Presiden Jokowi, bahwa penenggelaman kapal-kapal pencuri ikan itu dilakukan supaya memberi efek jera (Detik.com, 10 Januari 2018). Hal senada disebutkan bahwapenenggelaman kapal sebagai bentuk law enforcement yang kita tunjukkan bahwa kita ini tidak main-main terhadap pencurian ikan (Tribunnews, 11/01/2018).

Terhadap kasus ini, ada beberapa hal yang perlu untuk dipahami. Pemikiran yang menghendaki agar penenggelaman kapal dihentikan, kapal masih bisa dimanfaatkan atau diberikan kepada para nelayan. Ini merupakan cara pandang yang tidak bisa dikelirukan.

Ditinjau dari asas manfaat, memang barang yang masih memiliki nilai guna, bisa difungsikan atau mungkin bisa menambah aset sebagai penunjang untuk meningkatkan produksi cq. untuk fasilitasi para nelayan melaut. Dalam perspektif ekonomi, hal demikian sangat dimungkinkan dan masuk di akal, setidaknya menghemat modal awal untuk mencari nafkah bagi para nelayan setempat.

Namun demikian, dalam konteks lebih luas, berkait dengan rencana strategi nasional dan pelaksanaan pembangunan bangsa yang sudah berlangsung selama ini, bukan berarti bahwa di era yang semakin mengglobal ditandai persaingan ekonomi semakin ketat, produksi harusmeningkat -- lantas semuanya terfokus pada bidang perekonomian dan bisnisyangsegala aktivitasnya selalu atas pertimbangan untung-rugi, dan ujung-ujungnya demiprofit oriented semata.

Lebih dari itu, membangun negeri tercinta ini tidak lain sebagai proses perubahan yang multidimensional, dalam pengertian bahwa terdapat nilai-nilai hakiki yang tercakup dalam sasaran-sasarannya yaitu: peningkatan produksi dan distribusi, menjunjung harga diri manusia/bangsa, dan kebebasan dari ketergantungan.

Nah, terhadap kapal-kapalasingpencuri ikan di perairan Indonesia yang sudah berlangsung sejak beberapatahun lalu, menguras kekayaan laut kita -- sesekalimemangperlu dihancurkan danditenggelamkan, seperti dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diprakarsai Menteri Susi Pudjiastuti.

Penenggelaman kapalasingpencuri ikan ini sekaligus sebagai simbol bahwa bangsa Indonesia masih memiliki harga diri(dignity). Jangan bermain-main atau mempermainkan wilayah kedaulatan RI.

JM (13-1-2018).