Mohon tunggu...
JIHAN SAFITRI
JIHAN SAFITRI Mohon Tunggu... Mahasiswi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang

MasyaAllah Tabarakallah

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

"Di Rumah Saja", Satu Kalimat untuk Memutus Penyebaran Virus Covid-19

8 Mei 2020   16:41 Diperbarui: 8 Mei 2020   16:44 206 0 0 Mohon Tunggu...

Sejak tersebarnya virus covid 19 atau yg biasa disebut virus corona, pemerintah sudah mulai melakukan beberapa kebijakan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid 19 ini. Salah satunya yaitu untuk tetap "dirumahsaja" atau "stay at home". Langkah ini merupakan upaya dalam menciptakan sarana alternatif untuk siswa, guru, mahasiswa, dosen, dan juga orang tua. 

Akan tetapi menurut saya sebagai penulis, ini bukan satu-satunya cara untuk masalah seperti ini. Basis penanganan penyakit menular ada pada masyarakat itu sendiri. Masyarakat sebagai ujung tombak dari penyelenggaraan kebijakan ini untuk memutus rantai penularan termasuk virus Covid 19. 

Dengan tetap dirumah, menjadi kunci agar tidak semakin menjalarnya virus Covid 19, karena akan memperburuk kondisi apabila semakin banyak virus Covid 19 yang terpapar luas. Tetapi mengapa masyarakat masih banyak yg tidak memperdulikan kalimat #dirumahsaja ? Karena kebanyakan masyarakat masih menganggap "remeh" akan persebaran virus Covid 19 yg sangat berbahaya ini.

Menurut saya sendiri sebagai penulis yaitu mungkin karena virus ini tidak kasat mata dan tidak dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop. Oleh sebab itu, kebanyakan masyarkat masih meremehkan. Dari yang saya lihat di lingkungan rumah saya, masih banyak sekali masyarakat yang tidak mendengarkan himbauan untuk #dirumahsaja. Mari berkonstribusi dengan tetap dirumah.

Tidak juga lupa dengan "Cuci Tangan Pakai Sabun". Apabila sangat terpaksa untuk keluar dari rumah, maka wajib untuk memakai masker dan cuci tangan dengan sabun atau handsanitizer serta hindari kerumunan. Ini yang harus dilakukan dalam upaya pengendalian penyebaran virus Covid 19, kalau kita ingin memutus rantai penularannya dengan cara yang benar.

VIDEO PILIHAN