Mohon tunggu...
Jhon Miduk Sitorus
Jhon Miduk Sitorus Mohon Tunggu... Ekonomi, Politik dan Sepakbola

Instagram @Jhonmiduk8

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Soal Esemka, Mungkinkah Jokowi "Ngibul"?

11 September 2019   14:54 Diperbarui: 11 September 2019   15:11 0 3 1 Mohon Tunggu...
Soal Esemka, Mungkinkah Jokowi "Ngibul"?
Presiden Jokowi meninjau secara langsung mobil pik up merek Esemka yang baru diresmikan bernama Bima. Sumber: CNN Indonesia

Setelah sekian lama akhirnya Pabrik Esemka diresmikan oleh presiden Joko Widodo, di Boyolali, Jawa Tengah. Ada harapan baru yang dimunculkan saat peresmian pabrik tersebut. Indonesia akhirnya memiliki mobil buatan anak bangsa sendiri. Meski bukan proyek mobil nasional sebagaimana digadang-gadang selama ini, tetapi kehadiran Presiden Jokowi di Pabrik Esemka mengundang banyak komentar, apresiasi, dan juga pertanyaan.

Mereka yang memberi apresiasi secara umum berhadap besar agar mobil Esemka ini segera diproduksi massa dan meminta spesifikasi serta harganya. Agaknya, rasa penasaran mereka untuk mobil karya anak bangsa ini sangat tinggi. Mereka juga mengapresiasi wacana Presiden Jokowi yang sedari dulu menjadikan Esemka sebagai produk unggulannya sejak menjabat sebagai Walikota Solo. Peresmian pabrik mobil Esemka juga sekaligus menjawab keraguan publik dan pertanyaan masyarakat selama ini soal realisasi Esemka secara nyata.

Mereka yang sedari dulu mempertanyakan Esemka sebagai bahan tolak ukur kegagalan Jokowi juga tak kunjung menyerah dan diam. Begitu Jokowi meresmikan Pabrik Esemka, saat itu juga info yang bikin dahi mengernyit. Banyak berita dan informasi tentang mobil Esemka yang butuh klarifikasi secara lengkah, tegas dan terbuka. Apa benar mobil Esemka ini hanyalah proyek ganti merk belaka?

Pertanyaan makin menjadi setelah banyak berita berseliweran bahwa mobil Esemka (terutama model pick up) sama persis dengan mobil asal Tiongkok bermerk Changan Star Truck. Sekilas memang terlihat persis sama, hampir tak ada bedanya, baik warna, bentuk, tekstur dan semua perangkatnya hampir 100% sama. Lantas, benarkah mobil tersebut diimpor dari Tiongkok secara bulat-bulat sehingga bentuknya persis hampir sama?

Mobil Pick up bernama Bima ini memang memiliki desain eksterior yang hampir serupa. Mulai dari baknya, bagian depan mobil, lampu, hingga desain kacanya. Kemudian, pada spesifikasi teknis, ada banyak kesamaan.

Misalnya pada mesin, Bima 1.2 memiliki jantung pacu E-Power I4 berkubikasi 1.243 cc DOHC dengan daya maksimum 72 kW atau 96,5 hp dan torsinya 119 nm. Mengutip situs resmi Changan Global, Star Truck dibekali mesin E-Power I4 1.243 cc DOHC, tenaga 72 kW atau 96,5 hp dan torsinya 119 nm. Komparasi yang sama ini membuat Bima disinyalir hanyalah hasil rebadge dari Star Truck.

Sekilas, mobil pick up Esema Bima memiliki kemiripan dengan mobil pick up merk Changan asal Tiongkok. Sumber: Disway.id
Sekilas, mobil pick up Esema Bima memiliki kemiripan dengan mobil pick up merk Changan asal Tiongkok. Sumber: Disway.id
Pada jenis mobil lain bernama Garuda 1 pada tahun 2018 juga sempat mengundang sejuta pertanyaan. Mobil berdesain premium berwarna putih memiliki desain dan kemiripan dengan mobil  Sport Utility Vehicle (SUV) asal Tiongkok, Foday Landfort. Penampakan Garuda 1 dinilai punya kemiripan dengan SUV asal China, Foday Landfort.

Kedua produk ini memiliki banyak kesamaan di bagian eksterior. Misalnya, desain pintu belakang, rear upper spoiler, list chrome, wiper, stop lamp, bumper sampai ke reflektor. Kemudian di bagian sampingnya kembali memiliki kemiripan. Mulai dari pilar A hingga C desainnya sama persis. Bentuk kaca kecil di belakang pilar C pun mirip dan gagang pintu juga terlihat sama. Garuda 1 juga dipresentasikan saat diresmikan oleh Presiden Jokowi.

Jokowi Ngibul?

Pihak atau kelompok yang mempertanyakan soal mobil Esemka menganggap hal ini sebagai upaya "ngibul" Presiden Jokowi untuk mempertaruhkan citra dirinya yang sudah terlanjur mensosialisasikan mobil Esemka sejak Walikota dulu. Dari dulu pertanyaannya selalu sama, apakah produk tersebut benar-benar buatan dari dalam negeri atau impor dari Tiongkok? Mengingat orang Indonesia juga agaknya sudah sentimen dengan kata Tiongkok atau Cina sehingga segala sesuatu yang berbau Cina atau Tiongkok seakan-akan jadi sumber masalah bagi bangsa ini.

Memang, pemerintah juga tidak pernah memberikan sosialisasi secara konsisten dan tegas soal Esemka. Pemerintah selalu hadir memberikan pembelaan saat-saat tertentu saja, teranyar adalah saat Pilpres 2019 lalu, dalam upaya menahan serangan opini dari kubu lawan soal Esemka yang disinyalir gagal total sebagai proyek kebanggaan Jokowi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2