Mohon tunggu...
Jemmy Fassandi
Jemmy Fassandi Mohon Tunggu... Guru - Mahasiswa Universitas Islam 45 Bekasi
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Terus-lah membaca Buku karena ketika kita membaca 1 buku banyak ribuan pengetahuan yang kita belum kita ketahui sebelumnya, Selamat Datang dan Selamat Membaca.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kisah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, dari Bumi ke Langit ke-7 dan Menerima Perintah dari Allah Menjalankan Salat

9 Juli 2020   16:34 Diperbarui: 9 Juli 2020   16:46 329
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Salam sejahtera, tidak lupa kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat islam, nikmat sehat wal'afiat, serta taufik dan hidayahnya kepada kita..

Isra Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW atas perintah Allah SWT yang ditempuh dalam waktu semalam.

Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsho di Yerussalem, sedangkan Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad dari bumi menuju langit ketujuh, lalu dilanjutkan ke Sidratul Muntaha.

Isidratul Muntaha menjadi akhir perjalanan untuk menerima perintah Allah SWT, perintah tersebut berupa shalat lima waktu sehari semalam. Peristiwa Isra Mi'raj menjadi peristiwa yang agung dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad.

Sebagaian orang meyakini Isra mi'raj terjadi pada bulan Rajab, lalu bagaimana kisah Nabi Muhammad SAW dalam Isra Mi'raj?

Berikut kisah yang diriwayatkan oleh imam Muslim dalam shahihnya.

Dari sahabat Anas bin Malik ra. Rasullah SAW bersabda:

Didatangkan kepadaku buraaq yaitu hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dia meletakkan telapak kakinya di ujung pandangannya (maksudnya langkahnya sejauh pandangannya).

Maka saya pun menungganginya sampai tiba di Baitul Maqdis, lalu saya mengikatnya di tempat yang digunakan untuk mengikat tunggangan para Nabi.

Kemudian saya masuk ke masjid dan shalat dua rakat lalu keluar,  kemudian datang pada-ku jibril dengan membawa bejana berisi khamar dan bejana berisi air susu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun