Mohon tunggu...
JBSurbakti
JBSurbakti Mohon Tunggu... Penulis | Bankir | Akuntan | Penikmat Hidup

Menulis Adalah Sebuah Esensi Dan Level Tertinggi Dari Sebuah Kompetensi - Untuk Segala Sesuatu Ada Masanya, Untuk Apapun Di Bawah Langit Ada Waktunya

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Kroasia! Si Merah Putih Kotak-Kotak

23 Juni 2021   12:20 Diperbarui: 23 Juni 2021   20:07 113 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kroasia! Si Merah Putih Kotak-Kotak
sumber: bogor.tribunnews.com

Situasi dan kondisi yang jauh berbeda kala sebuah perhelatan akbar sekelas Euro 2020 yang tertunda pelaksanannya tahun lalu dan bergeser di tahun ini. Pandemi Covid 19 telah memporak-porandakan seluruh sisi kehidupan termasuk pula dunia persepakbolaan. Pesta akbar sepak bola di benua biru yang lazim diselenggarakan 4 tahunan sejak edisi pertama di tahun 1960 menjadi kurang gereget baik dari sisi penyelenggaraan maupun penyambutannya di kalangan pecinta sepak bola termasuk saya.

Berbeda dengan kondisi sebelumnya yang penuh dengan euforia baik dari sisi pemasaran, iklan, dan event penyerta yang bisa membuat sebuah penyelanggaraan pesta sepak bola di dunia yang getarannya bahkan membuat demam para fans sepak bola di tanah air. Namun Euro 2020 ini sedikit terlupakan bahkan saya pribadi belum pernah menonton satu partai pertandingan sampai hari ini. Hanya menonton highlight melalui youtube dan berita on line lainnya. Jauh dari kata biasa karena sebagai pecinta bola khususnya pesta tahunan sepak bola dunia lainnya seperti World Cup 2018 yang lalu dengan acara begadang sepanjang malam.

"Lantas siapakah jagoan JBS di Euro 2020 ini?"

Bukan sulap dan bukan sihir, saya menjagokan si "merah-putih kotak-kotak" Kroasia! Skuad Timnas Kroasia yang masih ditaburi bintang yang berhasil membawa mereka menjadi finalis World Cup 2018. Dengan khas jersey papan catur merah-putih sedikit banyak mempengaruhi alam bawah sadar dengan jersey Timnas Indonesia. Merah putih yang selalu di hati. Yang berharap suatu saat bukan hanya kemiripan simbol merah putih namun menjadi kenyataan Timnas Indonesia juga bisa sekelas Timnas Kroasia.

Skuad yang masih bertumpu dengan nama besar Sang Jenderal lapangan Luka Modric, dan pemain senior lainnya seperti Marcelo Brozovi, Ivan Periic dan Dejan Lovren. Sering menjadi kuda hitam dan membuktikan diri sebagai tim yang patut diperhitungkan dengan pemain yang hampir merata di setiap lini dari mulai penjaga gawang hingga penyerang handal yang siap menggetarkan gawang lawan.

Penyisihan di Grup D yang dilalui oleh Luka Modric dan kawan-kawan terbilang terseok-seok dengan partai awal menelan kekalahan dari Timnas Inggris dengan skor 1-0. 

Partai awal yang mengingatkan kita di partai semi final World Cup 2018 lalu dimana kemenangan berpihak kepada Timnas Kroasia dengan skor 2-1. Namun di Euro 2020 ini kekalahan justru yang diderita oleh Timnas Kroasia.

Belum menemukan performa yang baik pula di partai kedua saat bermain imbang dengan Timnas Republik Ceko dengan skor 1-1. Alhasil partai terakhir sebagai partai penentu di penyisihan Grup D ini yang dilakoni melawan Skotlandia tadi malam membuktikan diri bahwa Timnas Kroasia bukanlah tim amatiran dan kacangan. 

Tekanan harus menang dan nasib yang diujung tanduk dijawab dengan sebuah kemenangan dengan skor 3-1. Kemenangan ini cukup membawa Timnas Kroasia menjadi runner-up Grup D dan berhak melangkah ke babak 16 besar.

Filosopi sepak bola yang sejatinya adalah sebuah pertandingan yang juga bisa mewakili kehidupan. Antara kemampuan dan keberuntungan dibutuhkan untuk tetap bertahan dalam sebuah perebutan jawara. 

Tak kalah penting pula bekal mental juara menjadi harga mati ditengah tekanan publik dan kritikan sana sini dari luar lapangan kepada seluruh anggota Tim dan pelatih. 

Di fase ini Timnas Kroasia di partai penyisihan menunjukkan grafik membaik dan keluar dari badai tekanan untuk melangkah lebih jauh di kasta tertinggi kompetisi sepak bola antar negara di benua Eropa.

Menarik terhadap sebuah pernyataan Luka Modric sebelum pertandingan tadi malam (mengutip dari suara.com 22 juni 2021) "Ivan dan Mario adalah dua pemain penting. Tapi, apapun itu kami harus tetap berjuang dengan skuad yang ada saat ini. Tim yang sekarang saya kira sudah lebih dari bagus untuk bersaing dengan tim-tim terbaik Eropa," tukas peraih trofi Ballon d'Or 2018 itu menyoroti performa yang menurun bila dibandingkan dengan edisi piala dunia 2018.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN