Mohon tunggu...
Jawara Online
Jawara Online Mohon Tunggu... Low Profile High Quality

Maaf tulisanku tak sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan.

Selanjutnya

Tutup

Film

Situs Film Bajakan Masih Marak, Apa Indoxxi Tutup Hanya Gimik?

16 Januari 2020   15:00 Diperbarui: 16 Januari 2020   15:04 646 3 1 Mohon Tunggu...
Situs Film Bajakan Masih Marak, Apa Indoxxi Tutup Hanya Gimik?
Situs ilegal menonton film (indoxxi) tutup | olahan pribadi

Mengakhiri tahun 2019, dunia maya sempat diramaikan dengan berita penutupan situs layanan film streaming ilegal yang sangat populer di Indonesia (Indoxxi). Penutupan situs ini pun memberi pengaruh yang cukup besar kepada para netizen Tanah Air. Bagaimana tidak, nama Indoxxi sampai bertengger pada trending topic Twitter dalam kurun waktu yang tidak sebentar. 

Indoxxi sempat duduki tranding topic di twitter | dokpri
Indoxxi sempat duduki tranding topic di twitter | dokpri
Penutupan situs ini tentu tidak tanpa sebab, sebelumnya pemerintah telah mengeluarkan maklumat lewat Kemenkominfo akan melakukan pemberantasan kepada situs-situs yang lakukan pembajakan film secara online.Bersamaan dengan ini, Kemenkominfo telah bekerja sama dengan Coalition Against Piracy (CAP) dan Ditjen HAKI Kemenkumham untuk menegakkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). 

Situs Indoxxi pun mengumumkan di dalam situsnya bahwa mulai tanggal 1 Januari 2020 akan ditutup. Tak ayal situs pun telah ditutup, namun pada kenyataannya telah banyak beredar situs serupa dengan menyediakan film-film yang dapat ditayangkan secara full. Seperti peribahasa mati satu tumbuh seribu, begitulah fenomena ini terjadi. 

Situs Serupa Indoxxi Marak Bermunculan

Tampilan situs Indoxxi saat masih bias diakses | tangkapan layar/dokpri
Tampilan situs Indoxxi saat masih bias diakses | tangkapan layar/dokpri
Alih-alih situs ilegal ini menyatakan tutup, tapi kenyataan telah banyak pula situs serupa yang bermunculan dengan menyediakan banyak film bajakan yang siap ditonton oleh siapa saja yang mengaksesnya. Rupanya usaha pemerintah dalam memberantas jenis kejahatan ini harus lebih intensif lagi demi menegakkan Hak Atas Kekayaan Intelektual. 

Kemunculan situs-situs ini senada dengan tanggapan dari para netizen yang mengatakan bahwa sesungguhnya situs indoxxi tidak sepenuhnya pamit dan menutup akses situsnya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa situs indoxxi hanya mengganti nama domain saja, tetapi akses server tetap tertuju kepada indoxxi. 

Menanggapi hal itu, pihak Indoxxi pun buka suara lewat situsnya dengan menambahkan himbauan yang berisi sebagai berikut :

Dikarenakan semakin banyak situs streaming yang mengaku bahwa indoxxi pindah ke situs lain, maka kami tegaskan sekali lagi bahwa indoxxi tidak berafiliasi dengan situs apapun. Jika ada situs yang mengaku bahwa itu indoxxi tolong bantu kami lapor melalui trustpositif.kominfo.go.id agar bisa ditutup dan tidak merugikan banyak pihak. Sekali lagi kami minta maaf atas banyak pihak yg telah dirugikan oleh kami.

Dengan situs yang sudah tidak bisa diakses, akhirnya pihak indoxxi menggiring pengunjung ke situs lain berupa kuis yang bisa dimainkan.

Benar atau tidaknya tanggapan dari para netizen, kita memang tidak tahu pasti. Namun bisa saja fenomena ini hanya sebuah gimik demi memperlihatkan kesadaran penyedia konten terhadap aturan pemerintah.

Melihat banyak tanggapan mengenai penutupan situs indoxxi memunculkan rasa penasaran dan saya pun coba membuktikan dengan mencari situs serupa indoxxi yang masih beroperasi pada pencarian google dengan kata kunci yang berkaitan dengan menonton film online. Dan BOOM! saya pun akhirnya menemukan tidak hanya 1 atau 2 situs saja namun bisa hingga 5 jumlah situs yang menyajikan tontonan full movie secara ilegal.

Situs serupa indoxxi yang masih bias di akses | tangkapan layar / dokpri
Situs serupa indoxxi yang masih bias di akses | tangkapan layar / dokpri
Situs serupa seperti indoxxi yang telah ditemukan mungkin hanya sebagian kecil dari puluhan atau bahkan lebih dari jenis situs film streaming ilegal yang masih aktif. Peminat situs film bajakan seperti ini bisa kita akui memang sangat banyak, dan mereka tentu tidak puas hanya dengan membaca review film dari sebuah majalah film seperti Cinemags, situs berita film atau bahkan channel Youtube yang khusus mengulas film. 

Kendati demikian, kita yang memiliki kesadaran akan hal itu ada baiknya harus tetap mendukung langkah pemerintah untuk melindungi hak kekayaan intelektual yang dimiliki oleh para kreator, baik dalam maupun luar negeri. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x