Mohon tunggu...
J A Parris
J A Parris Mohon Tunggu... Insinyur - "Seorang pria dengan rasa apel segar..."

Light Giver Motivator Pelatihan Management Konsultan Teknologi Informasi Konsultan Bisnis Pengajar Bahasa Inggris untuk bisnis Pencinta bait bait indah kontak: japarris@gmail.com Line ID: japarris

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

[Dongeng] Kisah Beruang yang Jujur (Dipublikasikan Ulang)

30 Agustus 2020   19:20 Diperbarui: 30 Agustus 2020   19:25 1933
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Pada suatu hari ayah pergi ke hutan bersama sekelompok beruang lainnya seperti biasa untuk mencari kayu bakar namun hari itu anaknya si Beri tidak ikut bersama ayahnya karena harus mengantar ibunya ke pasar menjual kue karena hari itu adalah hari pasar dan pasti akan sangat ramai pembeli yang ingin membeli kue buatan ibunya yang rasanya terkenal sangat enak dan hampir semua penduduk hutan menyukai kue yang dibuat oleh ibunya.

Hari itu keadaan di pasar sangatlah ramai, seluruh pedagang dari segala penjuru hutan dengan semangat menjajakan dagangan mereka, mulai dari buah-buahan, sayuran, pakaian, kue -- kue dan bahan makanan lainnya dan hampir seluruh penduduk hutan mulai dari keluarga semut hingga keluarga gajah datang berbelanja kebutuhan mereka sehari -- hari, karena pasar hutan hanya dibuka satu minggu sekali yaitu pada hari Selasa sehingga kebanyakan dari mereka berbelanja sangat banyak untuk kebutuhan satu minggu kedepan, tampak anak-anak dari berbagai jenis binatang berlarian riang gembira yang menuju salah satu penjual mainan anak-anak dan satu persatu membeli mainan kesukaannya masing-masing.

Ibu Beri juga demikian, berbelanja kebutuhan di rumah untuk satu minggu kedepan, saat ibu berbelanja sang anaklah yang menjaga dagangan kuenya, meskipun masih kecil namun dia sangat pandai melayani para pembeli mulai dari memasukan kue ke dalam wadah bambu yang sudah disiapkan sebagai wadah kue untuk dibawa pulang oleh pembeli sampai dengan menyimpan uang yang diberikan oleh pembeli dengan hati-hati kedalam tasnya.

Singkat cerita pada sore harinya ibu dan Beri pulang dari pasar, mereka begitu gembira karena kue dagangan ibu habis terjual, sang anak beruang lucu itu berjalan sambil melompat-lompat sambil sesekali memainkan mainan kincir angin yang dibelikan oleh ibunya dan karena riangnya dia berjalan sambil melompat-lompat, terkadang sang ibu tertinggal karena ia melompat terlalu jauh, mereka berjalan menusuri hutan yang lebat yang kelihatan semakin gelap.

Setibanya di halaman rumah mereka, Beri berlari menuju rumah lalu berteriak mencari ayahnya dan berkata "ayah...ayah... kami pulang ....ayaaahh....??" Beri mencari ayahnya karena ingin bercerita kalau dagangan ibu terjual habis, kemudian Beri mencari lagi ayahnya " ayaahhh.....ayaaaaah, ayah dimana?" karena tidak mendapat jawaban kemudian dia mencari ayahnya ketempat penyimpanan kayu bakar tetapi tetap tidak ada.

Dengan wajah kecewa kemudian ia kembali berlari kearah ibunya dan berkata "ibu...ibuuu, aku tidak mendengar suara ayah, apa ayah belum pulang ya bu?".

Namun sang ibu tidak menjawab lalu dipandanginya wajah ibunya itu terlihat seperti bersedih kemudian dia bertanya, "ibu, kenapa ibu bersedih?" ibunya menjawab "ahh tidak nak, ibu hanya lelah setelah seharian berjualan, mari masuk ke rumah nak...", kemudian mereka berdua berjalan masuk ke dalam rumah bersama -- sama.

Hingga larut malam Beri dan ibunya menanti di dalam rumah namun ayahnya belum juga kembali, ibu menanti dengan setia di dekat pintu rumah, sang anakpun ikut menanti tetapi karena terlalu lelah maka iapun tertidur, ibu dengan gelisah menanti ayah pulang, hingga dini haripun ibu tetap setia menati.

Saat matahari pagi terbit, ibu yang tertidur di dekat pintu rumah samar-samar mendengar langkah kaki berjalan mendekat lalu terbangun membuka pintu dan dari kejauhan terlihat sesosok beruang jantan dewasa yang gagah sedang berjalan menuju ke rumahnya, dia gembira karena mengira itu adalah derap langkah suaminya lalu bersiap menyambutnya lalu dia berkata kepada anaknya "naaak banguun naak...ayahmu sudah pulaang...." sang anakpun terbangun dan berlarian mengikuti keluar rumah.

Tetapi saat sang beruang gagah tersebut terlihat semakin mendekat maka kecewalah hati ibu karena yang datang medekat itu adalah paman Durga adik dari ayah Beri, hati ibupun menjadi tak karuan dan was-was jadinya karena paman Durga terlihat membawa golok kesayangan ayah Beri di tangannya, ibu menjadi  sangat gelisah, sampai pada akhirnya paman Durga berada tepat di hadapannya.

Beri memberanikan diri untuk bertanya kepada paman Durga, "paman...paman...mana ayah...paman... dimana ayahku...?" dia menarik-narik tangan pamannya dan bertanya lagi dengan tidak sabar "pamaaaan....kenapa diam saja paman....mana ayahku....?", dia mulai gelisah dan terus menarik-narik tangan pamannya itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun