Mohon tunggu...
James Martua Purba
James Martua Purba Mohon Tunggu... Petani - Digital Cooperative and Financial Enthusiast

Berbagi pengalaman, pengetahuan dan kebaikan untuk kebersamaan. Percaya dengan gotong royong, kebersamaan dan kekeluargaan semua akan baik-baik saja. *Love GOD, Indonesia and Family* purbajamesnw@gmail.com, WA : 081321018197

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Koperasi Kampus!

6 November 2022   19:30 Diperbarui: 25 November 2022   12:55 298
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi : Kompas.com

Era digital dan era KAMPUS MERDEKA, pihak kampus perlu melihat peluang koperasi yang lebih modern dan transparan sekaligus bekal belajar kewirausahaan dan membantu pendanaan kuliah mahasiswa.  Mahasiswa perlu dibelakli informasi dan kesadaran yang cukup tentang filosofi koperasi, regulasi koperasi, manfaat koperasi,  usaha dan kemajuan teknologi koperasi.

Menurut  Statistik Indonesia 2022, jumlah perguruan tinggi swasta mencapai 2.990 kampus  dan  perguruan tinggi negeri sebanyak 125 kampus.

Mengapa ada ribuan Universitas/Kampus  di Indonesia, namun jumlah Koperasi Mahasiwa (KOPMA) hanya ada 247 koperasi ? Apakah karena stigma koperasi yang belum cukup baik selama ini? Pada era digital, era Kampus Merdeka, dimana semua mahasiswa telah menggunakan smartphone, seharusnya koperasi  kampus di mana mahasiswa menjadi anggota, lebih berkembang pesat, ketika koperasi mahasiswa menerapkan digitalisasi.

Ternyata masalahnya tidak sesederhana itu karena :

PIHAK KAMPUS

  • Pihak kampus tidak mendorong bahkan memperkenalkan filosofi koperasi sebagai organisasi ekonomi yang berwatak sosial (tolong menolong sesama anggota) , yang menjalankan usaha intermediasi kebutuhan angota di bidang produksi, konsumsi, jasa dan simpan-pinjam untuk mewujudkan kesejahteraan anggotanya
  • Bahwa koperasi adalah kumpulan orang, bukan sekedar kumpulan modal. Koperasi bukan hanya sebagai tempat simpan pinjam saja, melainkan juga sebagai pusat perkembangan ekonomi. Semakin banyak mahasiswa yang menjadi anggota, dengan modal sesuai kemampuan maka koperasi pasti berkembang dan menolong mahasiswa  yang mengalami kesulitan ekonomi.
  • Pihak kampus mungkin melihat bahwa tugas mahasiswa adalah belajar agar cepat lulus, tidak perlu sibuk belajar praktek berwirausaha di koperasi.

PIHAK MAHASISWA

  • Mahasiwa penting memiliki informasi dan kesadaran yang cukup tentang filosofi koperasi, regulasi koperasi, manfaat koperasi,  usaha dan kemajuan teknologi koperasi
  • Memahami bahwa Koperasi menjadi ajang  belajar berorganisasi dan  usaha (bisnis),  di mana mahasiswa  berlajar menjadi entrepreneur dan diterapkan setelah lulus kuliah, bahkan meneruskan usaha koperasi.
  • Penerapan mata kuliah kewirausahaan (enterpreneurship) di kampus paling ideal adalah praktek menjadi pengurus dan anggota aktif  serta mengoperasikan koperasi mahasiswa, layaknya mengoperasikan sebuah usaha (bisnis).  

KOPERASI KAMPUS (UNIVERSITAS) DI LUAR NEGERI

Di luar negeri setelah lulus kuliah, nampaknya minat bekerja di koperasi sama dengan minat bekerja di Bank. Di Jepang, Singapore dan Inggris koperasi universitas maju pesat. Menurut Stafsus Kemenkop, Riza Damanik, di Jepang, ada 224 koperasi universitas yang tergabung dalam sebuah federasi dengan jenis layanan supermarket, toko buku, kantin, tempat tinggal, dan asuransi. Di Singapura, koperasi universitas merupakan bagian dari federasi koperasi nasional dengan jenis layanan  mulai dari mini market, toko buku, kantin, hingga penitipan anak. Di  Inggris, koperasi  telah terhubung dalam jaringan lebih dari 30 koperasi dengan layanan mulai dari mini market, toko buku, kantin, tempat tinggal, dan layanan belanja bahan makanan.

Dan di Indonesia, dari ribuan Perguruan Tinggai, koperasi mahasiswa  berjumlah 247 dan  dari jumlah tersebut, baru 73 koperasi mahasiswa yang aktif melakukan rapat anggota tahunan (RAT). Sebuah tantangan bagi Kampus Merdeka,

Idealnya kampus dapat menjadikan koperasi sebagai kelembagaan utama ekonomi rakyat. Dengan kemajuan teknologi digital, pengembangan koperasi mahasiswa (kampus) secara masif menjadi lebih mudah. Namun  penting pemahaman filosofi koperasi sebagai lembaga gotong royong yang mampu mensejahterakan anggota, perlu ditanamkan sejak awal di kampus.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun