Mohon tunggu...
Ivana Deva
Ivana Deva Mohon Tunggu... Mahasiswa - undergraduate literature student

Mengkhususkan penulisan konten di bidang humaniora dan (mungkin) sedikit tips investasi.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Menyoal Kesantunan dalam Berbahasa

9 Juli 2021   09:36 Diperbarui: 9 Juli 2021   22:14 162 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menyoal Kesantunan dalam Berbahasa
Banner ala-ala | Dok. pribadi

Dalam bahasa Inggris, terdapat istilah politeness yang— kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia— kemungkinan memiliki dua arti: kesopanan dan kesantunan. Lantas, apa makna yang tepat untuk istilah politeness?

Saya sendiri sebenarnya belum paham betul: kenapa sih padanan bahasa Indonesia untuk politeness yang terdiri dari dua entitas? Jangan-jangan sopan dan santun bersinonim?

Sopan ataupun santun— sedangkal pemahaman saya— dua-duanya adalah padanan yang tepat. Loh, kok?

Iya, sebab makna kata sopan dan santun dalam KBBI dua-duanya merujuk pada hal yang sama (ibaratnya mengarah ke kembar identik lah). Coba perhatikan pengertian keduanya menurut KBBI di bawah ini, ya.

Pengertian sopan menurut KBBI | Dok. pribadi
Pengertian sopan menurut KBBI | Dok. pribadi
Pengertian santun menurut KBBI | Dok. pribadi
Pengertian santun menurut KBBI | Dok. pribadi

Dari kedua gambar di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa kata sopan dan santun sama-sama memiliki makna yang merujuk pada perilaku yang sesuai dengan norma dan adat yang berlaku, termasuk di antaranya berbudi bahasa.

Apa itu budi bahasa?

Ranah linguistik agaknya berkaitan dengan pemahaman tentang budi bahasa itu sendiri. Sebab, kesopanan dan/atau kesantunan dalam berbahasa banyak dibahas dalam kajian-kajian linguistik (ilmu tentang bahasa) karena kaitannya dengan tuturan. 

Kalau teman-teman pernah menemukan esai atau artikel jurnal linguistik— yang semisal— berjudul Politeness Across Languages in the Worldthe Differences between American and British English Politeness dan semacamnya; Nah, politeness di sini akan lebih tepat jika diartikan sebagai kesopanan atau kesantunan berbahasa karena isinya membahas kaidah-kaidah dalam pertuturan saja.

Lain halnya dengan jurnal-jurnal antropologi— yang misalnya— berjudul Chinese Cultural Politeness. Nah, politeness di sini justru lebih tepat jika dimaknai sebagai kesopanan atau kesantunan secara umum karena konteksnya berkaitan dengan standar budaya kesopanan di China secara general (tidak mencakup standar dalam bertutur saja).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x