Mohon tunggu...
Noverita Hapsari
Noverita Hapsari Mohon Tunggu... Lainnya - Fun and Fine

Seorang Kompasioner

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Industri Makanan dan Minuman (MAMIN) Menyambut Perayaan Tahun Baru 2023

8 November 2022   19:25 Diperbarui: 8 November 2022   19:30 207
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tak terasa sudah kita tengah menapaki minggu kedua bulan November 2022. Dalam sebulan lagi yakni di bulan Desember, masyarakat dunia akan merayakan dua peristiwa (event) besar yakni Natal dan Tahun Baru 2023. Momen ini akan membawa pengaruh yang signifikan pada industri makanan dan minuman (mamin), di banyak negara, tak terkecuali di negara kita.

Di Indonesia, kultur masyarakat dengan hantaran (hamper) bahkan turut pula memengaruhi lonjakan omzet penjualan industri mamin secara signifikan.

Tak mengherankan, jika di bulan Desember dan bulan Ramadhan (diikuti Hari Raya Idul Fitri), penjualan produk mamin ini berkesempatan terdongkrak hingga 30% dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.

Gambar 1. Coklat berbentuk koin

Menurut data Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia/ GAPMMI), realisasi omzet penjualan sektor tersebut di tahun 2009 menyentuh angka Rp 550 triliun, sedangkan di tahun 2010 mencapai jumlah Rp 600 triliun.  Sebagai perbandingan, pertumbuhan industri mamin di tahun 2011 berada di kisaran 5% - 10% per tahun.

Namun pada dua tahun belakangan ini, memang bencana global telah banyak menciutkan kapasitas maupun telah menghambat pelebaran ekspansi industri mamin.

Sejauh ini, kendala-kendalanya adalah:

1. kenaikan harga bahan baku (variabel Harga/ Price)          

Contoh bahan baku yang paling sering digunakan adalah gula, garam industri, tepung terigu, dan minyak kelapa sawit, susu.

2. ketersediaan pasokan bahan baku (variabel Jumlah/ Quantity) yang terkadang mengalami kelangkaan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun