Mohon tunggu...
Iskandar Zulkarnain
Iskandar Zulkarnain Mohon Tunggu... Laki-laki, ayah seorang anak, S1 Tekhnik Sipil.

Penulis Buku ‘Jabal Rahmah Rendesvous Cinta nan Abadi’, 'Catatan kecil PNPM-MPd', 'Menapak Tilas Jejak Langkah Bung Karno di Ende', 'Sekedar Pengingat', 'Mandeh Aku Pulang' (Kumpulan Cerpen) dan 'Balada Cinta di Selat Adonara' (Kumpulan Cerpen). Ayah. Suami. Petualang. Coba berbagi pada sesama, pemilik blog http://www.iskandarzulkarnain.com

Selanjutnya

Tutup

Travel

Stasiun Rangkas Bitung

22 April 2012   17:32 Diperbarui: 25 Juni 2015   06:16 0 0 2 Mohon Tunggu...
Stasiun Rangkas Bitung
13351148381249908890

[caption id="attachment_183619" align="alignnone" width="469" caption="Bung Karno ketika mengunjungi Stasiun Rangkas Bitung"][/caption]

Pada sebagian masyarakat DKI banyak yang belum tahu tentang Rangkas Bitung, apalagi tentang Stasiun Rangkasbitung, gambaran yang mereka peroleh adalah tampilan fisik dari Kereta Api yang masuk Stasiun Tanah Abang atau Stasiun Kota, yang datang dari Rangkas Bitung, karena tampilannya tidak sebagus KRL Jabodetabek, maka disimpulkan bahwa Rangkas Bitung sama tertinggalnya sesuai dengan tampilan KA yang datang tersebut, agar gambaran tersebut proporsional, maka dibuatlah tulisan ini.

[caption id="attachment_183620" align="alignnone" width="500" caption="suasana stasiun Rangkas Bitung"]

1335115012891492566
1335115012891492566
[/caption]

Stasiun Rangkasbitung, terletak di Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak,Provinsi Banten. Stasiun ini berdasarkan catatan dibangun pada tahun 1901, sekaligus satu-satunya Stasiun besar di Provinsi Banten.

[caption id="attachment_183621" align="alignnone" width="500" caption="Perdagangan hewan, lalu-lalang roda ekonomi melalui Stasiun Rangkas Bitung yang sudah memiliki sejarah Panjang"]

1335115171340175399
1335115171340175399
[/caption]

Pada masa jayanya, stasiun ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Banten, Rangkas Bitung yang ketika itu merupakan kota Industri pertanian sangat bergantung pada kelancaran arus perputaran transportasi untuk membawa hasil perkebunan dan pertanian ke Betawi, dan itu bisa diatasi dengan keberadaan stasiun Rangkas Bitung. Sisa-sisa kegiatan pergerakan ekonomi itu sampai kini masih dapat kita jumpai, seperti banyak sayur masyur yang diangkut KA, termasuk hewan ternak untuk dijual di Jakarta.

[caption id="attachment_183622" align="alignnone" width="500" caption="suasana di stasiun Rangkas Bitung, menjelang kedatangan KA"]

1335115337607872849
1335115337607872849
[/caption]

Pada Masa Jepang, dibangun jalur KA Saketi-Bayah, yang dikenal dengan kerja paksa Rhomusa, karena Jepang saat itu sangat membutuhkan batubara sebagai sumber energi, dan ujung perjalanan KA Saketi-Bayah itu adalah Stasiun Rangkas Bitung, sebelum akhirnya sampai di Jakarta, sayang jalur yang sangat bersejarah itu kini sudah tidak berfungsi lagi.

[caption id="attachment_183624" align="alignnone" width="500" caption="Susana pada KA Rangkas Jaya"]

1335115576182132415
1335115576182132415
[/caption]

Stasiun ini juga pernah mengalami kebakaran yang cukup tragis pada tanggal 11 oktober 2010, pada hari senen pagi jam 01.40 WIB. Hingga pukul 03.30 WIB, sebanyak tujuh gerbong terbakar.

[caption id="attachment_183625" align="alignnone" width="500" caption="Menara Air, salah satu icon stasiun Rangkas Bitung, sayang kondisinya kini memprihatinkan"]

13351156721934595567
13351156721934595567
[/caption]

KONTEN MENARIK LAINNYA
x