Mohon tunggu...
Iswan Heri
Iswan Heri Mohon Tunggu... Administrasi - Dreamer, writer, and an uncle

Traveller, Writer, Dreamer.

Selanjutnya

Tutup

Foodie Pilihan

Hikayat Sate Merah dari Jogja

27 Agustus 2018   05:11 Diperbarui: 27 Agustus 2018   07:32 553
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Daging unggas seperti ayam, kalkun, dan lainnya mengandung triptofan dalam jumlah tinggi yang berfungsi untuk meningkatkan kadar serotonin. Di samping hal itu, daging unggas ternyata juga kaya akan tirosin, yaitu asam amino yang berguna bagi tubuh untuk meredakan stres.

Tirosin adalah zat yang mengandung norepinefrin dan dopamin serta mampu mempengaruhi suasana hati. Dengan kata lain, konsumsi tirosin secara cukup dapat memperbaiki mood serta menangkal depresi secara efektif. 

Ternyata mengkonsumsi olahan daging unggas (misalnya sate) bukan hanya menyelamatkan perut dari ancaman kelaparan, tapi juga menyelamatkan mental dari ancaman depresi yang mengintai. Ternyata depresi bisa diatasi dengan cara yang mudah dan enak, yaitu mengkonsumsi sate. 

Duh enake, Dab ...*

Sate Merah sebelum dibakar - dokpri
Sate Merah sebelum dibakar - dokpri
Eksotisme Sate Merah

Nah, bicara soal sate, baru-baru ini saya mencoba mencicipi menu baru bernama Sate Merah. Sate Merah adalah salah satu menu unggulan yang disajikan di kedai Sate Ratu yang berada di Jogja Paradise Food Court, Jalan Magelang KM. 6, Sleman, Yogyakarta.

Nama Sate Merah kemungkinan diambil dari racikan bumbu dengan limpahan cabai segar berwarna merah menyala, sehingga warna daging ayam yang diolesi bumbu sebelum dibakar menjadi merah. 

Soal rasa tak perlu diragukan lagi. Racikan bumbu rahasia dalam olahan Sate Merah ini sanggup meresap ke dalam daging yang berukuran cukup tebal. Saat digigit, Sate Merah mengeluarkan kombinasi cita rasa pedas, manis, dan gurih dengan tekstur daging yang empuk. Semua rasa lumer di mulut, menimbulkan sensasi nikmat yang tak terkira. 

Keunikan rasa Sate Ratu ini juga sebagai bukti kepiawaian sang koki dalam mengolah daging ayam dengan potongan besar, sehingga sate tidak terasa hambar. Kata sempurna adalah yang paling tepat disematkan untuk Sate Merah ini. 

Membakar sate - dokpri
Membakar sate - dokpri
"Hingga saat ini, setidaknya ada wisatawan dari 63 negara yang pernah mencicipi Sate Merah. Kebanyakan berkomentar satenya cukup pedas, tapi masih bisa diterima oleh lidah mereka," ujar pendiri Sate Ratu, Budi Seputro di lokasi pada hari Sabtu (18/8/2018) yang lalu.

Diantara beragam sajian kuliner yang ada di kota Jogja, Sate Merah rasanya tidak akan mudah untuk dilupakan. Sensasi yang timbul di lidah saat menikmati Sate Merah, masih terbayang di benak saya sampai saat ini. Terima kasih untuk Sate Ratu karena telah membuat saya mengenal Sate Merah yang dahsyat sekaligus memperpanjang ingatan akan nikmatnya bersantap bersama Ayah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun