Mohon tunggu...
Isma Mufida
Isma Mufida Mohon Tunggu... Guru - Semua ditulis hanya berdasarkan kejadian nyata. Jika nantinya takdir tak mengizinkan kita hidup bersama, izinkan aku tetap mencintaimu melalui tulisanku :)

Allah, Orangtua, Keluarga, Sahabat, dan dia ❤

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Ceritakan Segala Hal, Asal Jangan Membahas Perpisahan

2 Mei 2018   04:37 Diperbarui: 2 Mei 2018   06:47 706
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
dokumentasi pribadi

Kadang ada cemburu. 

Kita melihat sahabat kita yang dulu akrab dengan kita, kini tidak tertawa dengan kita, melainkan dengan teman baru mereka. 

Tak jarang kita iri. 

Karena mereka sepertinya begitu bahagia menjalankan setiap hal bersama, kemana mana bersama, yang dulu kita lah yang ada pada posisi mereka. 

Tapi sudahlah. Katakan selamat datang teman baru, tanpa melupakan sahabat lama kita. Kita cari sahabat sebanyak banyaknya. Asalkan tak memiliki musuh, itu jauh lebih sempurna. 

Aku hanya ingin, kita tetap seperti dulu. Saling bertegur sapa, saling berbagi keluh kesah, dan tetap saling membantu jika ada yang punya masalah. Kita tak hanya bersahabat, tapi kita keluarga. 

Jangan ada rasa tak percaya diri, kita tumbuhkan lagi rasa percaya antara kita. Tak usah saling membedakan, dimanapun tempat kita sekarang, ingatlah, kita pernah bernasip sama di bangku MA. 

Aku rindu kalian, 22 sahabatku. 

Hari demi hari, grup kelas kita semakin sepi. 

Terkadang hanya satu dua orang yang mampir hanya sekedar bercerita perihal isi hati. 

Apa yang salah dengan persahabatan kita? Mengapa sekarang mulai ada jarak? Mengapa sekarang seperti ada yang retak? 

Mari kita bicarakan bila memang ada yang salah dengan persahabatan ini. Mari kita selesaikan jika ada masalah yang mengganjal di hati. Kesampingkan gengsi. Aku hanya ingin kalian selalu disisi. Tetaplah disini kawan, mari kita hapus dulu keegoisan. Jangan saling membuat golongan. Bukankah kita satu kesatuan? 

Selalu ada cobaan untuk kita. Tapi bukankah kita selalu bisa menyelesaikannya? Kita selalu punya cara agar bisa kembali bersama? Katakan bila memang kalian tak suka. Katakan bila memang kalian sedang marah. Bertengkarlah sehebat mungkin, pergilah sejauh mungkin, tapi kumohon, jangan lama lama, segera kembalilah. Kalian adalah pundak untukku bersandar. Boleh jika aku selalu ingin bersama dengan kalian? Boleh jika aku meminta pada-Nya agar kalian tetap akan menjadi hal yang ku prioritaskan? 

Kita hanya perlu waktu untuk duduk bersama, membincangkan segala hal, tapi jangan membahas perihal perpisahan :) 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun