Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

Sawah dan Kolam Ikan Jadi Bangunan, Inikah Kemajuan?

30 April 2023   08:48 Diperbarui: 30 April 2023   08:50 1857
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Di sebelah kantor bupati, terdapat berbagai kantor lain. Di seberang kantor bupati, terdapat pasar dan deretan toko-toko.

Tapi, setelah 1 kilometer dari pusat kota, kondisinya sudah seperti pedesaan, banyak sawah dan kolam ikan (disebut "tabek" dalam bahasa lokal).

Pada tahun 1970, Payakumbuh mendapat status kotamadya, sehingga terpisah dari Kabupaten 50 Kota. Namun, tidak berarti pembangunan langsung berjalan pesat.

Baru sejak tahun 2000, saya yang setiap kali pulang ke kampung halaman, mulai terkaget-kaget. Makanya, menurut saya, Payakumbuh bukan lagi kota kecil.

Tersirat rasa bangga saya dengan perkembangan kota. Suasana kota betul-betul terasa hingga radius 5-7 kilometer dari pusat kota.

Tak ada lagi sawah dan kolam. Cabang dari jalan utama, bahkan ranting jalan, semua sudah diaspal dan ada papan nama jalan yang jelas. 


Padahal, dulu cuma jalan tanah yang dikeraskan, dan di pinggir jalan lebih banyak kolam ikan dan sawah ketimbang bangunan.

Sebuah kafe yang punya fasilitas live music di Payakumbuh|dok. japos.co
Sebuah kafe yang punya fasilitas live music di Payakumbuh|dok. japos.co

Payakumbuh kotaku tercinta.

Di balik kebanggaan tersebut, saya menyimpan sejumlah kekhawatiran. Saya tidak menemukan lagi jejak teman-teman masa kecil saya.

Konon, mereka "terusir" dari kampung halamannya sendiri, setelah para pemodal membeli tanah mereka. Maka, sawah dan kolam ikan berganti bangunan bergaya masa kini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun