Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Madani Film Festival, Kali Ini Bertema Sufisme dan Humor

2 Desember 2021   04:30 Diperbarui: 2 Desember 2021   04:34 542
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kebetulan pula, pemutaran film "Pesantren" tersebut belum terlalu lama setelah peringatan Hari Santri 2021, Oktober lalu. Pesantren memang butuh perhatian yang lebih agar bisa mengimbangi sekolah umum.

Pesantren juga butuh dipahami oleh masyarakat luas, agar cap negatif seperti mengajarkan fanatisme, dan bahkan bisa berkembang ke terorisme, tidak serta merta dialamatkan ke pesantren.

Buktinya, yang terlihat di film "Pesantren", para santri diberi kesempatan untuk berbaur dengan masyarakat, ada yang ikut membantu petani di ladang. Mereka bukan orang yang tertutup dengan dunia luar.

Madani Film Festival berlangsung selama satu minggu. Hanya acara pembukaan dan penutupan yang diselenggarakan secara offline. Penayangan film di luar pembukaan dan penutupan dilakukan secara online.

Jika "Pesantren" dipilih untuk membuka, film asal Maroko berjudul "Casablanca Beats" menjadi tayangan pamungkas, Sabtu (4/12/2021) mendatang.

Adapun 11 film lainnya (termasuk 3 film pendek) dapat dinikmati secara online mulai dari film jadul masih berformat hitam putih, hingga film baru.

Penonton bisa menikmati film Ambisi dengan bintang utama Bing Slamet (1973) dan Bulan Tertusuk Ilalang karya Garin Nugroho (1995).

Ada lagi film Koboi Insyaf (1988) dengan bintang Benyamin S dan film Si Kabayan dan Anak Jin karya Edy D Iskandar (1991).

Film karya Usmar Ismail, nama besar dalam perfilman Indonesia dan pelopor industri film di tanah air, yang berjudul Amor dan Humor (1961) ikut pula ditampilkan.

Berikutnya ada film yang disutradarai Nya' Abbas Akup, Tiga Buronan (1957). Aksi P. Ramlee, bintang film ternama di Malaya (nama Malaysia sebelum merdeka), juga bisa disaksikan dalam film Musang Berjanggut (1959).

Ada juga film yang baru diproduksi yang ditayangkan, yakni "Banyak Ayam Bayak Rejeki" produksi tahun 2020 karya Riboet Akbar dan Onar Onarsson.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun