Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Peran Penting Beasiswa dalam Memutus Lingkaran Setan Kemiskinan

26 November 2021   09:00 Diperbarui: 28 November 2021   12:00 484 63 8
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Foto: Getty Images/iStockphoto/Pra-chid, dimuat detik.com

Jumlah penduduk miskin di negara kita secara persentase relatif kecil, yakni 10,14 persen pada Maret 2021 sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS).

Namun, dilihat dari jumlah absolut, persentase yang "hanya" 10 persen itu sama dengan 27,54 juta orang. Sebuah jumlah yang besar.

Terjadinya musibah pandemi sejak sekitar 2 tahun terakhir ikut mempersulit upaya pemerintah dan berbagai pihak lainnya dalam menurunkan jumlah penduduk miskin.

Dalam ilmu ekonomi dikenal istilah vicious circle of poverty atau lingkaran setan kemiskinan yang membuat warga miskin seperti terjebak dan sulit untuk keluar dari kemiskinan.

Secara sederhana teori tersebut menjelaskan bahwa karena rendahnya modal, produktivitas warga miskin menjadi rendah, akibatnya penghasilan mereka rendah, sehingga akhirnya balik lagi ke modal yang rendah.

Masalahnya tidak semata-mata akses ke permodalan. Berbagai bantuan dari pemerintah dan lembaga sosial kepada warga miskin perlu diiringi dengan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan.

Biasanya orang tua yang miskin tidak sanggup menyekolahkan anak-anaknya, bahkan tidak sedikit anak-anak yang tidak tamat Sekolah Dasar (SD).

Akhirnya, kemiskinan seolah diwariskan, dari generasi ke generasi kehidupannya tidak mengalami kemajuan.

Tapi, bila anak-anak yang lahir dari keluarga kurang mampu berhasil mendapatkan pendidikan yang memadai, ada harapan generasi berikutnya akan lebih sejahtera.

Cukup banyak ditemui kisah inspiratif bagaimana orang tua hidup sangat hemat, bahkan sampai berutang, asal pendidikan anaknya tidak terhenti.

Memang, jadi sarjana sekalipun bukan jaminan segera mendapatkan pekerjaan. Tapi, dengan pengetahuan yang lebih baik, kalaupun si sarjana ini jadi pelaku usaha mikro, ada harapan nasibnya lebih baik, asal tekun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan