Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang freelance

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Balap Artikel Utama

Resmi Digelar, Tour de Singkarak 2018 Rutenya Semakin Menantang

5 November 2018   09:15 Diperbarui: 6 November 2018   11:15 983 14 8
Resmi Digelar, Tour de Singkarak 2018  Rutenya Semakin Menantang
ilustrasi: Tour de Singkarak 2015 (Foto: TULUS MULIAWAN/JUARA.NET)

Meskipun prestasi pembalap sepeda dari Sumatera Barat (Sumbar) belum terangkat, bahkan juga dialami oleh atlet nasional, event tahunan balap sepeda berkelas internasional, Tour de Singkarak (selanjutnya ditulis TdS), telah menjadi kebanggan bagi pemerintah dan masyarakat Sumbar sejak mulai digelar tahun 2009, karena dinilai sukses.

Singkarak adalah nama sebuah danau di Sumbar, yang merupakan danau terbesar dari sejumlah danau yang ada di Ranah Minang itu. Mungkin karena Singkarak merupakan salah satu obyek wisata utama, dan merupakan salah satu daerah yang dilintasi dalam TdS, brand Singkarak sengaja dipilih sebagai nama kejuaraan balap sepeda nomor jalan raya jarak jauh itu.

Adalah Kementerian Pariwisata yang menggagas dan menyelenggarakan TdS pada awalnya. Karena menuai keberhasilan, TdS menjadi ajang resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International). 

Dari tahun ke tahun, semakin banyak daerah kabupaten dan kota di Sumbar yang dilewati TdS, meskipun untuk itu pemkab dan pemkot yang dilewati ikut sharing anggaran, di samping dari APBD Provinsi Sumbar. 

dok. minang-terkini.com
dok. minang-terkini.com
Daerah yang dijadikan lintasan akan mendapatkan banyak keuntungan, karena TdS diliput secara luas tidak saja oleh media nasional, tapi juga internasional. Tentu saja hal ini sekaligus menjadi promosi bagi kepariwisataan di jalur lintasan TdS. 

Selain itu para atlet dan official, wartawan, serta pengggemar olah raga balap sepeda yang berdatangan dari berbagai negara, pasti juga melonjakkan occupancy rate beberapa hotel, juga restoran dan toko souvenir di sana.

TdS untuk tahun ini telah dibuka secara resmi pada Sabtu malam (3/11) di Lapangan Wirabraja, Bukittingggi. Namun perlombaan etape I baru dimulai (Minggu, 4/11) yang menempuh rute sejauh 140 km dari Bukittinggi ke Sijunjung, yang antara lain melewati obyek wisata Istana Pagaruyung.

Sebanyak 114 orang pembalap dari 20 tim yang berasal dari Korea Selatan, Jepang, China, Iran, Malaysia, Thailand, Laos, Kamboja, Filipina, Jerman, Australia, dan tuan rumah Indonesia, siap bertarung memperebutkan hadiah sekitar Rp 2,3 miliar.

Pada etape I kemaren, pembalap Indonesia menorehkan sejarah baru, karena selama 9 kali penyelenggaraan TdS sebelumnya, belum pernah pembalap  Indonesia memenangkan etape pembukaan. 

Pembalap Indonesia tersebut, atas nama Jamalidin dari PGN Cycling Team berhasil menyentuh garis finish dengan catatan waktu tercepat 3:25:24, disusul oleh pembalap Malaysia dan Korea Selatan pada tempat kedua dan ketiga.

Tour de Singkarak 2018 (dok. kabarsumbar.com)
Tour de Singkarak 2018 (dok. kabarsumbar.com)
TdS 2018 akan berlangsung sampai 8 November 2018 yang terdiri dari 8 etape dengan total jarak tempuh sepanjang 1.244 km. Melihat rute setiap etape, kelihatannya TdS kali ini lebih menantang, karena sebagian di antaranya melewati medan perbukitan yang banyak tanjakan dan belokan. 

Hari ini (5/11) TdS berlanjut dengan etape 2 dari Sawahlunto ke Dharmasraya sejauh 204 km, kemudian di hari-hari berikutnya diteruskan dengan etape 3 (Solok-Tanah Datar, 150 km, start-nya dari Danau Singkarak yang masuk daerah Kabupaten Solok), etape 4 (Padang-Maninjau, 144 km), etape 5 (Tanjung Pati-Lubuk Sikaping, 170 km), etape 6 (Solok-Payakumbuh, 105 km), etape 7 (Padang Panjang-Muaro Labuh, 194 km) dan etape terakhir dari Painan ke Pariaman sejauh 158 km.

Semoga TdS tahun ini lebih sukses ketimbang tahun sebelumnya, baik sukses dalam penyelenggaraan, sukses dalam meningkatkan prestasi pembalap kita, dan sukses juga dalam menjaring wisatawan asing ke Indonesia, khususnya Sumbar.