Mohon tunggu...
Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Mohon Tunggu... Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Pilgub, Jateng Berat Sebelah, Persaingan Sengit di Jabar dan Jatim

29 Mei 2018   09:13 Diperbarui: 29 Mei 2018   09:28 0 2 1 Mohon Tunggu...
Pilgub, Jateng Berat Sebelah, Persaingan Sengit di Jabar dan Jatim
Foto: Tribun Jateng - Tribunnews.com

Mungkin karena dalam suasana bulan suci Ramadhan, tulisan di Kompasiana di bidang politik, khususnya yang berkaitan dengan pemilihan gubernur (pilgub) terlihat sedikit berkurang. Padahal hari H-nya tidak sampai sebulan lagi, yakni tanggal 27 Juni 2018 sebagai hari pemugutan suara.

Makanya begitu Kompas Senin (28/5) mengangkat topik ini berdasarkan survey yang dilakukan tim dari Litbang Kompas, yang kredibilitasnya terbilang tinggi, rasanya layak untuk diulas di Kompasiana.

Ringkasnya Kompas menyebutkan bahwa di tiga provinsi besar di Pulau Jawa, yang melibatkan hampir separo dari jumlah pemilih di Indoensia, sehingga layak pula untuk dilihat kaitannya dengan pemilihan presiden di tahun depan, belum bisa memprediksi siapa yang bakal menang, kecuali di Jawa Tengah di mana pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin jauh lebih dominan ketimbang saingannya Sudirman Said-Ida Fauziah. 

Ganjar Pranowo-Taj Yasin diusung oleh PDIP, PPP, Nasdem, dan Demokrat. Sedangkan Sudirman Said-Ida Fauziah diusung oleh Gerindra, PKB, PAN dan PKS. Hal ini juga bisa dibaca sebagai persaingan PDIP versus Gerindra, atau Joko Widodo dan Prabowo Subianto. 

Namun untuk Jawa Barat dan Jawa Timur kondisinya berbeda. Jabar yang kontestasinya sengit karea diikuti 4 pasang calon, menurut survey Kompas, dipuncaki oleh dua kekuatan besar, yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul yang hanya unggul tipis ketimbang Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. Sedangkan dua pasangan lainnya, baik yang diusung PDIP (TB Hasanudin-Anton Charliyan), maupun Gerindra-PKS-PAN (Sudrajat-Ahmad Syaikhu), jauh tertinggal.

Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul didukung oleh Nasdem, PPP, Hanura, dan PKB. Sedangkan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi didukung oleh Golkar dan Demokrat. Maka kalau diproyeksikan ke pilpres 2019, siapa pun yang menang, sama-sama dimotori oleh partai pendukung Jokowi. 

Seperti diketahui, selain PDIP, beberapa partai lain juga mendukung Jokowi tanpa syarat, antara lain Golkar, Nasdem, PPP, dan Hanura. Berbeda dengan PKB dan Demokrat yang dukungannya tergantung kalau kadernya digandeng Jokowi sebagai cawapres.

Untuk Jatim yang hanya diikuti dua calon, juga terjadi persaingan yang  amat ketat antara pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Tapi bila dikaitkan dengan persaingan di level nasional, justru Jatim adalah sebuah anomali, karena PDIP, PKB, Gerindra dan PKS bersatu di pihak Gus Ipul, panggilan akrab Saifullah Yusuf. Sedangkan Khofifah didukung oleh 6 partai yang dimotori oleh Golkar dan Demokrat, ditambah Hanura, Nasdem, PPP dan PKPI. 

Artinya, lagi-lagi seperti Jabar, siapapun yang menang di Jatim, unsur pendukung Jokowi terlihat lebih dominan, karena peran Gerindra dan PKS di pihak Gus Ipul dibaca publik sebagai "nebeng" semata. Tapi karena Gus Ipul dan Khofifah sama-sama berakar di Nahdlatul Ulama dan PKB, dan Jatim adalah daerah "hijau", maka kepastian Ketua Umum PKB, Cak Imin, untuk digandeng Jokowi sebagai cawapres, turut menjadi faktor pendukung kesuksesan Jokowi di Jatim dalam pilpres tahun depan.

Jadi, untuk sementara dapat disimpulkan bahwa cagub yang didukung PDIP kelihatannya akan kalah di Jabar, melenggang di Jateng, dan fifty-fifty di Jatim. Namun untuk proyeksinya pada pilpres 2019, kemenangan kader PDIP Jokowi relatif sulit dibendung, apalagi kalau PKB sudah resmi mendukung Jokowi.

dok.youtube.com
dok.youtube.com

KONTEN MENARIK LAINNYA
x