Mohon tunggu...
Irwan Sabaloku
Irwan Sabaloku Mohon Tunggu... Editor - Penulis

"Menulis hari ini, untuk mereka yang datang esok hari"

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Kartu Merah

5 November 2023   16:14 Diperbarui: 5 November 2023   16:19 119
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Fiksiana. Sumber ilustrasi: PEXELS/Dzenina Lukac

Di atas lapangan, terbentang hijau rumput,
Tertulis cerita dalam sepak bola penuh arus.
Ditentukan wasit, dalam keputusan tegas,
Kartu merah diangkat, seakan dunia berhenti.

Warna terang, terangkum dalam selembar kartu,
Menyuarakan hukuman, memecah hening sunyi.
Langkah terhenti, permainan terputus,
Kartu merah, panggilan ketegasan terucap.

Baca juga: Gelisah

Tergambar larangan, di tengah sorak penonton,
Di mata pemain, kekecewaan dan penyesalan.
Hentakan sepatu, redup di atas lapangan,
Kartu merah, hukuman dalam pertandingan.

Bagimu, wasit di atas panggung hakim,
Menentukan jalannya permainan dengan aturan.
Namun bagi yang terkena, kartu itu umpama kilat,
Mengakhiri aksi di atas lapangan, menyeruak harapan.

Kartu merah, tak hanya simbol hukuman,
Namun cermin keadilan di dalam pertandingan.
Sebuah ajaran, bahwa aturan tak bisa ditawar,
Dan dalam sepak bola, kartu merah meneguhkan.

Baca juga: Tetap Tenang

Baca juga: Jagalah Hatimu

Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun