Mohon tunggu...
Irmina Gultom
Irmina Gultom Mohon Tunggu... Apoteker

A Pharmacist who love reading, traveling, photography, movies and share them into a write | Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta | IG: irmina_gultom

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Mengagumi Keeksotisan Pura Ulun Danu di Tepi Danau Beratan

7 Juli 2020   07:00 Diperbarui: 7 Juli 2020   08:20 100 20 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengagumi Keeksotisan Pura Ulun Danu di Tepi Danau Beratan
Pura Lingga Petak di Tepi Danau Beratan | Foto: Dokumentasi Pribadi

Salah satu efek pandemi Covid-19 yang membuat saya agak kesal adalah ketika kita jadi lebih sulit untuk jalan-jalan ke luar kota, ke luar pulau, apalagi ke luar negeri. Alhasil saya saya cuma bisa buka foto-foto lama dan merencanakan ke mana saja saya akan pergi jalan-jalan begitu semuanya back to normal (bukan New Normal). Eh, tapi mungkin gak ya?

Bali, pulau eksotis yang tak pernah membuat bosan para pengunjungnya termasuk saya. Saking terkenal akan keeksotisannya, orang-orang di luar sana lebih mengenal Bali daripada Indonesia. Hu..hu..

Seingat saya, sudah empat kali saya mengunjungi Bali dan terakhir tahun 2017. Meski begitu, saya belum bosan sama sekali. Begitu saya punya kesempatan lagi untuk menginjak Bali, saya berencana untuk mengeksplorasi tempat-tempat lain yang belum pernah saya kunjungi, misalnya pura-pura yang termasuk dalam Pura Kahyangan Jagat.

Pura Kahyangan Jagat ini adalah pura-pura yang mengelilingi Pulau Bali dan dipercaya oleh masyarakat Hindu di Bali sebagai stana 9 dewa penguasa 9 mata angin, yang disebut juga Dewata Nawa Sanga. Sembilan pura tersebut antara lain, Pura Lempuyang, Pura Besakih, Pura Uluwatu, Pura Goa Lawah, Pura Andakasa, Pura Batukaru, Pura Bukit Pengelengan, Pura Pasar Agung dan Pura Ulun Danu.

Berhubung saya baru mengunjungi dua pura, yaitu Pura Uluwatu dan Pura Ulun Danu, dan saya sudah pernah cerita tentang Pura Uluwatu, jadi cerita saya kali ini adalah tentang Pura Ulun Danu.

 Pura Eksotis di Tepi Danau Beratan
Pura Ulun Danu Beratan termasuk salah satu pura terbesar di Bali dan lokasinya terletak di tepi Danau Beratan. Letaknya lumayan jauh dari Denpasar, sekitar 50 km ke utara di jalan utama Bedugul-Singaraja. Menurut kisah yang tercantum dalam Lontar Babad Mengwi, Pura Ulun Danu didirikan sekitar tahun saka 1556 (tahun 1634 M) oleh I Gusti Agung Putu, Raja Mengwi, setelah kemenangan melawan I Gusti Ngurah Batu Tumpeng.

Kunjungan terakhir saya ke Pura Ulun Danu ya di tahun 2017 itu. Saya ingat betul pergi ke sana dengan tiga teman saya dengan mengendarai motor sewaan selepas kunjungan kami ke Tanah Lot. Jauh benar rasanya, pinggang jadi terasa kaku! Mana udaranya semakin lama semakin dingin.

Tapi nyatanya lelahnya pinggang kami terbayar dengan keindahan Pura Ulun Danu. Kunjungan saya pertama kali ke tempat ini adalah ketika saya ikut study tour kelas 3 SMP dan ingatan saya tentang pura ini sudah menguap saking lamanya. Saya cuma ingat bentuk pura yang khas berdiri di tengah air.

Salah satu spot di kompleks Pura Ulun Danu | Foto: Dokumentasi pribadi
Salah satu spot di kompleks Pura Ulun Danu | Foto: Dokumentasi pribadi
Karena lokasinya berada di ketinggian kurang lebih 1200 mdpl, udara di sekitar pura ini lumayan dingin. Tapi untungnya saat kami tiba udaranya terasa lebih sejuk daripada dingin. Sinar matahari pun cukup sehingga kami nyaman berjalan kesana kemari.

Keeksotisan pura menjadi salah satu ikon wisata Pulau Bali dan diabadikan sebagai gambar dalam lembar mata uang pecahan 50,000 rupiah. Untungnya saat itu saya punya uang pecahan 50,000 jadi saya bisa foto ala-ala kekinian.

Ternyata Terdiri dari Lima Kompleks Pura
Pura Ulun Danu sebenarnya digunakan untuk upacara persembahan kepada Dewi Danu (dewi air, danau dan sungai), karena Danau Beratan merupakan salah satu danau penting untuk irigasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN