Mohon tunggu...
Irmina Gultom
Irmina Gultom Mohon Tunggu... Apoteker

A Pharmacist who love reading, traveling, photography, movies and share them into a write | Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta | IG: irmina_gultom

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Bolehkah Minum Obat Bahan Alam dan Obat Kimia Bersamaan?

15 November 2019   14:27 Diperbarui: 15 November 2019   16:26 2210 9 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bolehkah Minum Obat Bahan Alam dan Obat Kimia Bersamaan?
Ilustrasi: today.mims.com

"Ya ampun, lo gak salah minum obat sekarang? Lo kan barusan minum jamu" tegur saya pada seorang teman.
"Emang kenapa? Jamu kan bahan alami, pastinya aman dong," balasnya tak mau kalah.

Pernah melihat orang yang minum jamu bersamaan dengan obat seperti ini? Atau mungkin pembaca pernah juga melakukan hal yang sama? 

Setiap obat, baik yang berbahan alami maupun sintetis memiliki mekanisme kerja masing-masing, begitu juga dengan efek yang ditimbulkan. 

Sangat dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi Obat Bahan Alam bersamaan dengan Obat Kimia karena berisiko memberikan efek yang berlawanan yang mungkin berbahaya bagi kesehatan

Konteks 'bersamaan' yang dimaksud di sini adalah diminum dalam jarak waktu yang pendek, misal berselang beberapa menit hingga 1 jam, termasuk jika diminum bersama-sama. Kenapa sih kita tidak boleh sembarangan minum obat bahan alam bersamaan dengan obat kimia (obat resep)? Berikut alasannya:

1. Obat berbahan alam tidak berarti aman status persen
Seperti yang sudah sering saya tuliskan bahwa Obat Bahan Alam (OBA) di Indonesia dibagi menjadi 3 jenis yakni Jamu, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka. Kalau mau tahu lebih jelas apa bedanya, silakan baca di sini.

Well, ketiga jenis Obat Bahan Alam ini sesuai namanya pastilah dibuat dengan bahan-bahan alami (umumnya tumbuhan). Biasanya obat ini berbentuk ekstrak maupun senyawa tertentu hasil isolasi dari bagian-bagian tanaman seperti daun, akar, batang, buah, dan lainnya.

Oleh sebab itu, saya masih cukup maklum bahwa masih ada orang yang beranggapan kalau OBA jauh lebih aman daripada obat yang disintesis dari bahan-bahan kimia. Bahkan banyak juga yang percaya jika obat bahan alam tidak memberikan efek samping.

Pandangan tersebut tentunya salah kaprah. Meskipun terbuat dari bahan-bahan alami, OBA tetap mempunyai risiko yang membahayakan kesehatan, misalnya cara penyimpanan yang salah yang menyebabkan perubahan sifat fisik dan kimia OBA, penggunaan dalam jangka panjang, atau bahkan tanpa diketahui OBA tersebut dicampur Bahan Kimia Obat (BKO) sampai memberikan efek yang diinginkan dengan cepat.

Idealnya, OBA tidak akan memberikan efek secepat obat kimia. Oleh sebab itu perlu dicurigai jika ada OBA yang memberikan efek 'cespleng' setelah dikonsumsi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x