Irmina Gultom
Irmina Gultom Apoteker

A Pharmacist who love reading, traveling, photography, movies and share them into a write | Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta | IG: https://www.instagram.com/irmina_gultom/ | https://marvelousthings250552759.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Karir Artikel Utama

Sebab yang Selalu Sibuk Belum Tentu Produktif

14 Mei 2019   13:54 Diperbarui: 14 Mei 2019   16:40 255 12 6
Sebab yang Selalu Sibuk Belum Tentu Produktif
Kamu tipe orang yang sibuk atau produktif? (Ilustrasi: thedigitaltransformationpeople.com)






4

"Duh, maaf ya genks, gue gak bisa ikut reunian kali ini. Kerjaan gue banyak banget, anak buah gue pada gak bisa diandelin. Mau gak mau gue yang harus kerjain. Maklum, Sabtu produktif. Heheh.. Next time aja ya". Saya membaca kalimat dari salah seorang sahabat lama di grup chat Whatsapp.

Singkat cerita, saya dan beberapa sahabat seperjuangan semasa kuliah, merencanakan reuni kecil di hari Sabtu. Bukan acara spesial, hanya makan malam bersama sambil mengobrol di salah satu restoran mal di Jakarta. Sebisa mungkin kami menyepakati untuk memilih waktu dan tempat yang sesuai supaya semua anggota dalam grup yang berjumlah sekitar 6-7 orang itu bisa hadir semua.

Kami memahami bahwa begitu lulus kuliah dan masing-masing bekerja di tempat dan wilayah yang berbeda, tentunya kami memiliki kesibukan masing-masing. Ada yang bekerja 9 to 5 selama weekdays, ada juga yang masih bekerja di akhir minggu karena jadwal shift.

Dan kebetulan hari yang telah disepakati tersebut adalah hari Sabtu malam dengan pertimbangan, mereka yang bekerja sudah memiliki waktu bebas. Jadwal ini juga telah disepakati semua anggota sekitar dua minggu sebelumnya. Lokasi pertemuan pun sudah dipilih "di tengah" supaya masing-masing mudah menjangkaunya.

Namun tanpa disangka salah satu anggota (sebut saja Dahlia, karena Mawar terlalu sudah terlalu biasa) membatalkan kehadirannya dengan alasan tersebut di atas. Bukannya tidak mau memahami, tapi kebetulan salah satu teman kami juga ada yang pernah bekerja di bidang yang sama seperti Dahlia. Dan menurutnya, pekerjaan Dahlia tidaklah sedemikian menyita waktu, apalagi di hari Sabtu.

Akhirnya pertemuan tetap dilanjutkan tanpa kehadiran Dahlia. Dan sambil menikmati makan malam, obrolan kami yang tadinya seputar kabar-kabari serta cek dan ricek, kemudian berakhir dengan diskusi mengenai perbedaan antara sibuk dan produktif.

Menurut KBBI, kata "sibuk" mengacu pada "banyak yang dikerjakan", "giat dan rajin dalam mengerjakan sesuatu", dan "penuh dengan kegiatan". Sementara "produktif" berarti "bersifat atau mampu menghasilkan", "mendatangkan", "menguntungkan". Produktif biasanya memang diasosiasikan dengan kesibukan. Namun yang namanya sibuk belum tentu produktif.

Lalu apa bedanya antara sibuk dan produktif? Dari hasil obrolan kami selama kurang lebih 3 jam, saya merangkum hasil kesepakatan kami berupa 6 perbedaan antara sibuk dan produktif.

Orang yang sibuk biasanya:

Memiliki banyak target
Orang yang merasa super sibuk biasanya memiliki terlalu banyak target yang ingin dicapai. Target-target tersebut kadang tidak fokus pada tujuan utama, sehingga meskipun jumlahnya banyak, tapi yang tidak tercapai juga banyak.

Ilustrasi: spaciousbreath.com
Ilustrasi: spaciousbreath.com

Selalu mengatakan "Ya" pada setiap permintaan
Orang yang berorientasi pada kesibukan, biasanya menerima dan mengatakan "Ya" pada setiap pekerjaan/tugas yang diberikan. Mereka tidak mampu menolak karena mungkin khawatir dianggap tidak mampu.

Mengerjakan semua tugas sendiri
Orang yang selalu sibuk, bisa jadi bukan karena memang sibuk, namun justru karena tidak mampu melakukan pendelegasian. Dalam menjalankan studi (misal perkuliahan) atau pekerjaan, pastinya ada tugas/pekerjaan individu maupun kelompok. Tapi jika semua tugas/pekerjaan kelompok dikerjakan sendiri, itu berarti dia tidak mampu melakukan pendelegasian pada timnya. Untuk bisa melakukan ini tentunya diperlukan kemauan untuk percaya pada kemampuan orang lain dalam melakukan pekerjaan mereka.

Lalu bagaimana dengan orang yang multitasking? Menurut kamus Oxford online, multitasking dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengerjakan beberapa hal di waktu yang sama.

Ketika melihat orang yang multitasking (mengerjakan sendiri beberapa pekerjaan secara bersamaan) bisa jadi muncul rasa kagum, karena nyatanya tidak semua orang memiliki kemampuan semacam ini. Apalagi jika tetap bisa menyelesaikan semua pekerjaan yang dilakukan secara bersamaan itu dengan baik. 

Multitasking mungkin terlihat bagus jika terkait efisiensi waktu, tapi pada kenyataannya justru akan meningkatkan risiko kesalahan dalam melakukan pekerjaan karena kita kurang fokus.

Bekerja tanpa kenal waktu
Orang yang berorientasi pada kesibukan, biasanya tidak mampu mengatur waktunya. Well, dalam menjalani hidup tentunya harus seimbang antara bekerja, belajar, bersosialisasi (dengan keluarga maupun sahabat dan kolega), olahraga, hingga refreshing dan me time.



 

Bekerja tanpa kenal waktu (Ilustrasi: flickr.com)
Bekerja tanpa kenal waktu (Ilustrasi: flickr.com)
Saya paham bahwa kehidupan di kota itu keras karena saya juga merasakan. Tidak kerja berarti tidak makan. Namun bukankah hidup bukan melulu soal pekerjaan? Untuk apa kita bekerja 24 jam x 7 hari jika ujung-ujungnya kita sakit karena kelelahan?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2